Sabtu, 02 Januari 2010

Penuhilah masjid-masjid Allah, sesungguhnya masjid adalah wadah pemersatu umat.




Assalammualaikum Wr Wb

Hidup ini sekejap, tetapi beresiko. Jangan karena mencari kenikmatan sesaat, tetapi hidup menderita berkepanjangan. Hidup ini bukan untuk hidup, tetapi untuk yang Maha Hidup ( Allah SWT ). Hidup bukan untuk mati, tetapi justru mati itulah untuk hidup. Oleh karena itu jangan takut mati. Jangan lupa mati. Jangan cari mati, tetapi rindukanlah mati. Karena mati pintu berjumpa denganNYA.

Wassalammualaikum Wr Wb

Ustadz Muhammad Arifin Ilham

KEDUDUKAN HADIS NABI SAW DALAM SYARIAT AGAMA ISLAM



Asyhadu an laa ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah SAW.

Sebagai dasar kedua dalam hukum syariat Islam, tetapi sebagai dua serangkai.

Al-Quran sebagai kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s.

Sedang Hadis sebagai wahyu yang langsung kepada Nabi Muhammad SAW, sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat An-Najm ayat 3-4 yang artinya:

" Tiadalah ia berkata-kata menurutkan hawa nafsu, hanya semata-mata wahyu yang diwahyukan Allah kepadanya."

Siapa yang percaya kepada Allah (wajib) beriman dan percaya kepada Rasulullah SAW. Beriman dan percaya itu berarti tidak ragu, tidak menentang, tidak membantah dan tidak mengoreksi.

Beriman dan percaya itu berarti menyerahkan sebulat-bulatnya kepada keterangan Nabi Muhammad SAW, sebagai perintah Allah pada tiap muslim/mukmin dalam Al-Quran Surat An-Nisa ayat 65 yang artinya:

" Demi Tuhanmu, mereka tidak beriman (percaya), mereka bertahkim (minta hukum/fatwa) kepadamu dalam menyelesaikan segala sengketa yang terjadi di antara mereka. Kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka untuk menerima putusan dan menyerahkan sebulat-bulatnya."

Sedangkan orang-orang yang ragu terhadap putusan Rasulullah SAW, termasuk orang munafik, sebagaimana tersebut dalam surat An-Nur ayat 48 yang artinya:

" Dan apabila mereka diajak bertahkim kepada Allah (Al-Quran) dan Rasulullah (hadis) untuk memutuskan persoalan mereka, tiba-tiba sebagian mereka mengabaikan."

sedang pada ayat 51 Allah memuji kaum mukminin yang artinya:

" Sesungguhnya perkataan orang mukmin jika diajak kembali kepada hukum Allah dan Rasulullah untuk memutuskan urusan mereka, hanya berkata: Sami'na wa atha'na: Kami mendengar dan kami patuh taat. Dan merekalah yang pasti beruntung bahagia."


Dengan dua ayat ini nyatalah perbedaan jiwa orang unafik dengan orang mukmin ketika menerima sabda keterangan Rasulullah SAW.

Hikmah Hari Ini:



"Aku bertawakal kepada Allah di dalam rezekiku Aku tak pernah meragukan bahwa Allah-lah yang berkuasa mengaruniakanku rezeki. Apa pun yang tercatat untuk menjadi rezekiku, pasti takkan ke mana, meski rezeki itu kini masih berada di dasar lautan yang maha dalam. Dengan keutamaan-Nya, Allah akan mendatangkannya untukku sekalipun seandainya aku tidak lagi memiliki lisan untuk mampu berkata-kata Lalu, bilamana jiwa ini akan merugi dan binasa Jika Maha Pengasih sendiri yang turun tangan membagikan rezeki hamba-Nya?!" (Imam Syafi’i)

Tidak Shodaqoh dan Tidak Jihad? Lalu dengan Apa Engkau Masuk Surga?




Bismillahirrohmaanirrohiim..

Sesungguhnya segala puji bagi Allah yang telah berfirman kepada hamba pilihan-Nya (Muhammad saw), "Sesungguhnya Aku mengutusmu untuk mengujimu dan menjadikanmu sebagai ujian. Dan Aku turunkan kepadamu sebuah kitab yang (kesuciannya) tidak dicuci dengan air, kamu bisa membacanya dalam keadaan tidur ataupun terjaga."

Dan sesungguhnya Allah memerintahku untuk membakar orang Quroisy, lalu aku berkata, "Wahai Robb-ku, jika demikian kepalaku akan mereka pecah lalu mereka meninggalkannya seperti sepotong roti." Allah menjawab, "Keluarkan mereka sebagaimana mereka mengeluarkanmu (mengusirmu). Perangi mereka, (karena) Kami menjadikanmu untuk berperang. Keluarkan (hartamu) karena kami akan membantumu. Utuslah tentara, akan kami utus lima kali tentara yang kau utus. Dan berperanglah bersama-sama dengan orang yang mentaatimu terhadap orang yang membangkangmu (bermaksiat kepadamu)." (HR. Imam Muslim)

Wahai saudaraku! Jika mereka bertanya kepadamu 'apakah jihad itu?' Jawablah dengan jelas sebagaimana Nabi yang jujur lagi dipercaya saw menjawab pertanyaan seorang sahabat yang mulia, "Hijrah apa yang paling utama?" Beliau saw menjawab, "Jihad". Sahabat itu bertanya, "Apakah jihad itu?" beliau saw menjawab, "Engkau perangi orang-orang kafir jika Engkau jumpai mereka." Sahabat itu bertanya kembali, "Jihad apa yang paling utama?" Beliau saw menjawab, "Orang yang kudanya terluka dan darahnya mengalir." (HR. Imam Ahmad, sedangkan imam yang empat sepakat bahwa jihad adalah perang dan membantu peperangan untuk meninggikan kalimatAllah)

Wahai saudaraku, kobarkan semangat untuk berperang. Karena Allah Yang Maha Perkasa yang berada di atas tujuh langit memerintahkan nabi-Nya, "Wahai nabi, kobarkanlah kaum mu'minin untuk berperang..." (QS. al-Anfal: 65). Dia juga berfirman, "Berperanglah di jalan Allah, tidak di bebani (untuk itu) kecuali dirimu. Semangati kaum mu'minin (untuk perang). Semoga Allah menghentikan gangguan orang-orang kafir. Padahal Allah maha kuat dan pedih siksaan-Nya." (QS. an-Nisa': 84).

Imam al-Qorofi menyebutkan, bahwa jika kewajiban-kewajiban atau hak-hak saling bertentangan, didahulukan yang mendesak atas yang leluasa. Didahulukan apa yang dikhawatirkan tertinggal (untuk mengerjakannya) atas apa yang tidak dikhawatirkan tertinggal mengerjakannya meskipun derajat amal yang tidak dikhawatirkan tertinggal itu lebih tinggi derajatnya dari yang dikhawatirkan tertinggal. Sedangkan Allah ta'ala berfirman: "Berperanglah kalian dalam keadaan ringan ataupun berat. Dan berjihadlah kalian dengan harta dan jiwa kalian, hal itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui." (QS. At-Taubah: 41)

Mengenai firman Allah ta'ala, "berperanglah dalam keadaan dan berat..." beliau berkata, "Kadang keadaan mewajibkan semuanya untuk berperang... hingga perkataan beliau, dan itu jika jihad menjadi fardhu 'ain bagi satu wilayah dari wilayah-wilayah kaum muslimin, wajib bagi penduduk negeri itu untuk berperang dalam keadaan ringan maupun berat, muda maupun tua." Hingga di sini perkataan beliau.

Ya Allah, bagaimana jiwa-jiwa membencinya padahal Allah Yang Maha Perkasa lagi Mulia berfirman, "Telah diwajibkan berperang kepada kalian padahal perang itu kalian benci. Bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal itu baik bagi kalian dan bisa jadi kalian menyukai sesuatu padahal itu buruk bagi kalian. Allah yang mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui." (QS. Al-Baqoroh: 216)


Inilah 'Amru bin al-Jamuh ra yang sudah tua lagi pincang, beliau tidak mengikuti perang Badar karena beliau pincang. Maka tatkala terjadi perang Uhud dia perintahkan anak-anaknya untuk membawanya keluar lalu merasa terganggu karenanya. Hingga beliau berkata pada mereka, "Jauh sekali, jauh sekali! Kalian telah menghalangiku masuk surga pada perang Badar, sedangkan sekarang akan kalian halangi aku pada perang Uhud."

Pakar Fikih: Gaji Berita Ghibah Haram Dimakan


Infotainment telah lama menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat. Hal ini tidak lepas dari motif infotainment itu sendiri yang berbasis pada kepentingan materi (bisnis), tanpa mengindahkan norma-norma agama dan kelayakan.

Karena sifatnya bisnis, yang tidak dalam upaya menjalankan perintah agama, maka hal-hal yang dilarang agama, seperti mengumbar aurat, membuka aib orang lain, dan mengorek-ngorek kesalahan orang untuk dikonsumsi publik, menjadi satu hal yang harus dieksploitasi. Padahal hal ini tentu merusak dan sangat dilarang agama.

“Membuka aib orang lain itu haram! Apalagi semua itu dilakukan tanpa ada maksud yang jelas atau tidak ada keuntungannya,” terang Dr. Zain Al-Najah, Lebih lanjut doktor bidang fikih lulusan Universitas Al Azhar, Mesir, ini menjelaskan bahwa membuka aib orang lain itu hanya boleh dalam dua keadaan. Pertama, ketika seseorang hendak menikah. Kedua, dalam rangka mengungkap satu kasus kejahatan. “Dalam dua kondisi ini maka membuka aib diperbolehkan,”

Terkait soal menikah, Zain An Najah mengisahkan, ada seorang sahabiyat (sahabat wanita) yang meminta pendapat Rasulullah akan perihal dua pria yang melamarnya, yakni Mu’awiyah dan Abu Jahm. Rasulullah pun menjawab, kalau memilih Abu Jahm, dia seorang yang suka memukul dan Mu’awiyah adalah lelaki miskin. Rasulullah pun menganjurkan agar sahabiyat tadi menikah dengan Usamah.

Selanjutnya, Zain mengutip hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, sebagaimana dalam Kitab Arba’in Nawawi, “Barangsiapa menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat.” Menurutnya, aib orang seharusnya ditutupi, bukan justru dipublikasikan ke luar, apalagi untuk kepentingan bisnis.

Gaji Wartawan Gosip

Sementara itu, Prof Dr. KH. Ali Mustafa Ya’kub, MA, Imam Masjid Istiqlal ketika ditanya hukum uang (gaji) yang dipakai wartawan infotainment, mengatakan, harus dilihat bentuknya. Sebab tak semua berita infotainment bernilai haram.Menurutnya, ada juga yang bernilai positif dan itu tidak termasuk haram. Namun jika beritanya bernilai aib, meski benar, gaji yang dimakan menurut hukum fikih adalah haram.

“Kita tidak bisa memutlakkan infotainment itu haram atau tidak. Jika infotainment itu memfitnah atau memberitakan aib seseorang, yang orang bersangkutan tidak suka jika itu diberitakan, maka ini haram. Dan, wartawan infotainment yang demikian tentu tidak boleh menerima uang imbalan,” ujarnya. “Kita lihat isi infotainment itu sendiri. Kalau isinya haram maka gaji wartawannya pun haram,” ujar guru besar Ilmu Hadis IIQ (Institut Ilmu Alquran) Jakarta ini.

Menurut pakar hukum Islam ini, ada juga infotainment yang tidak haram dan bernilai positif. Ia menyebut contoh, berita tentang pernikahan, umroh, dan publik figur yang melahirkan.

Menurutnya, hukum keharaman infotainment yang memfitnah dan mengumpat ini terang terdapat dalam Al-Qur’an, bahwasannya itu haram. QS. Al-Hujarat:12, bunyinya, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang."

Sementara itu Zain Al-Najah meminta wartawan tak menjadikannya kegiatan infotainment alternatif mencari rezeki. Karena di dalamnya banyak terdapat hal-hal syubhat yang melampaui ajaran agama.

Melahirkan itu nikmat Lho ...


Brighton, Proses melahirkan bisa jadi suatu hal yang mengerikan bagi ibu yang baru pertama kali hamil. Tapi kini proses melahirkan bisa lebih menyenangkan dan berkurang rasa sakitnya dengan menggunakan gerakan Orgasmic Birth. Melahirkan rasanya seperti orgasme.

Orgasme dan melahirkan tentu bukan dua kata yang memiliki arti hampir sama, tapi dengan gerakan Orgasmic Birth kedua kata ini seperti saling berhubungan. Ibu hamil yang telah mencoba cara ini mengungkapkan proses melahirkan jauh dari rasa sakit yang menyiksa serta lebih menyenangkan sama seperti saat proses pembuahan dilakukan.

Salah satu ibu hamil yang telah menggunakan gerakan ini saat melahirkan anaknya adalah Isobel Patterson (31 tahun) seorang pengacara dari Brighton. Isobel melahirkan putri pertamanya bernama Amelia dengan menggunakan gerakan Orgasmic Birth yang disaksikan langsung oleh suaminya, James. Isobel selalu mengingat hari itu sebagai hari yang paling menyenangkan dalam hidupnya.

"Saya menyadari banyak teman-teman yang menjalani proses melahirkan dengan perasaan tersiksa selama 10-20 jam. Tapi saya hanya membutuhkan waktu 7 jam yang menyenangkan dan disertai dengan orgasme," ujar Isobel seperti dikutip dari Timesonline, Rabu (30/12/2009).

Seperti kebanyakan ibu hamil lainnya, Isobel sebelumnya pun merasa takut ketika menghadapi proses melahirkan. Saat kontraksi terjadi di tengah malam, Isobel ingin seseorang yang membantunya adalah orang yang tidak memiliki ikatan emosional dengannya. Kebetulan saat itu ibu dan suaminya sedang tertidur, Isobel hanya ditemani asisten bidan atau doula yang tetap tenang, santai dan berpikir bahwa pengalaman yang hebat akan segera terjadi.

"Aku menghabiskan waktu selama 3 jam untuk merangkak di ruang tamu. Saat kontraksi semakin meningkat dan waktu untuk melahirkan semakin dekat, saya mulai merasakan sensasi. Itu adalah perasaan paling luar biasa yang dimulai dari panggul lalu ke seluruh tubuh bagian bawah," ungkap Isobel.

Saat itu bagian panggul mulai terdorong ke bawah dan tanpa sadar kaki Isobel bergetar serta mulai merasakan orgasme berkepanjangan yang berlangsung berjam-jam. Meskipun sebenarnya ada konsep yang berbeda antara melahirkan dengan orgasme.

"Doula mengatakan bahwa bagian klitoris saya berdenyut hingga akhirnya sang bayi bergerak ke bawah. Tiga jam kemudian bayi saya lahir tanpa rasa sakit dan proses pemulihan yang cepat karena tidak ada yang robek atau dijahit," tambahnya.

Isobel sempat merasa bersalah karena merasakan seks saat melahirkan putri pertamanya. Tapi ternyata banyak perempuan di luar sana merasakan hal yang sama dengannya.

"Saya percaya di tahun mendatang, orgasme selama persalinan akan menjadi bagian alami dari suatu proses melahirkan. Gagasan ini telah didukung oleh banyaknya bukti perempuan yang melahirkan dengan gerakan orgasme," ujar Michel Odent, seorang obstetri.

Mengalami orgasme saat melahirkan biasanya ditunjang oleh adanya sentuhan fisik yang bisa memberikan sensasi tersendiri. Dr Christiane Northrup seorang ahli obstetri dan ginekologi mengungkapkan bahwa orgasme yang terjadi selama proses melahirkan adalah proses alami.

"Ketika bayi turun menuju jalur lahir, posisinya sama dengan adanya sesuatu yang masuk ke dalam vagina seperti penis. Jika ditunjang oleh adanya sentuhan fisik dari suami atau bidan, maka bisa menyebabkan orgasme," ujar Dr Christiane.

Perempuan yang mengalami orgasme saat melahirkan akan membantu mempercepat proses keluarnya bayi. Selama persalinan ada perubahan besar dari hormon di tubuh seperti meningkatkan hormon prolaktin, beta-endorfin dan oksitosin yang dilepaskan. Hormon ini akan memberikan sensasi kesenangan dan membantu mendorong bayi ke jalan lahir.(

Jujur membawa kebaikan



Keseharian Oo sangat sederhana. Rutinitasnya di Masjid At-Taubah sebagai wakil ketua Dewan Keluarga Masjid. Ia pernah bekerja di bagian pemasaran perusahaan farmasi PT Nelco Farma selama belasan tahun, hingga mengundurkan diri pada 2001. Namun sekarang ia tak lagi bekerja, hanya istrinya Euis Rustini (57) yang membuka usaha jahit di rumahnya.

Sebulan lalu, sekitar pagi hari, pulang dari Jalan Buahbatu, saat Oo melintas di Jalan Wastukencana, tas milik pengendara sepeda motor di depannya jatuh. Tak ingin menimbulkan fitnah, Oo kemudian mengejar si pengendara untuk memberitahukan jatuhnya tas tersebut.

Namun saat pemilik tas bernama Rian dan Oo berbalik arah untuk mengambil, tas tersebut sudah tidak ada. "Saya saat itu menyesal dan sedih mengapa tidak langsung diambil saja," ujar Oo kepada wartawan saat ditemui di kediamannya, Jalan Bosscha II No 159 RT 04 RW 07, Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Bandung.

Beberapa saat kemudian, tutur Oo, seorang pengendara mobil mengatakan tas tersebut diambil oleh penjual koran yang mengantarkan koran ke Wastukencana 15. "Saya dan pemilik tas datang langsung ke rumah itu untuk nanyain identitas si pengirim koran itu, ternyata dia pengantar koran berbahasa Cina," ujar Ayah dari dua anak ini.

Dengan perasaan menyesal karena tidak langsung mengambil tas tersebut, selama 3 hari Oo berusaha mencari identitas sang pengirim koran. Setiap malam, pria asal Sumedang tersebut berdoa dan melakukan sholat malam agar diberikan petunjuk agar dapat menemukan tas tersebut.

"Saya setiap malam tahajud, dan berdoa agar yang mengambil tas itu dibukakan hatinya untuk mengembalikan kepada pemiliknya," kata Oo sambil membetulkan kopiah hitam yang dipakainya.

Allah mengabulkan doanya. Setelah 3 hari, Rian kemudian menelepon Oo dan menceritakan bahwa tasnya sudah ada yang mengembalikan dengan utuh.

"Subhanallah, itu berkat kekuatan doa, alhamdulillah tasnya sudah ada yang mengembalikan," tutur Oo dengan mata berkaca-kaca.

Kepada wartawan, Oo menuturkan niat menolong Rian karena kasihan, seperti kepada anak sendiri. Kebetulan ia tidak punya anak perempuan.

"Anak saya dua, laki-laki, sebetulnya saya punya anakperempuan yang ketiga, tapi sudah dipanggil Allah waktu masih kecil," ujarnya lirih.

Karena kegigihannya, Oo mendapat perhatian dari Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda. Ayi langsung datang ke kediaman Oo untuk memberikan uang kadedeuh sebesar Rp 1 juta rupiah.

Endang Yuli Purwati ; Penyayang Anak Terlantar



Endang begitu nama pangglilannya Sosok guru yang menyayangi anak-anak, mungkin terdengar sudah biasa. Namun untuk pengajar yang memberi perhatian ekstra pada anak-anak telantar rasanya tidak terlalu banyak dijumpai.

Itulah yang dilakukan Endang Yuli Purwati (50), guru yang rela menyisihkan sebagian waktu, tenaga dan materinya untuk mengurus anak-anak telantar dan bayi korban perkosaan.

Sehari-hari, wanita yang akrab disapa Yuli ini bekerja sebagai guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 4 Bandung. Namun begitu di sela-sela aktivitas mengajarnya Yuli tetap mengurus bayi dan anak-anak telantar di rumahnya.

Yuli melakukan kegiatan sosial ini sejak tahun 1984. Hingga kini tak kurang dari 54 anak telah diurusnya.

Kerja keras Yuli rupanya sampai ke tangan Pemprov Jabar. Akhirnya ia mendapat penghargaan sebagai salah satu sosok wanita inspiratif masyarakat Jawa Barat.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Endang saat Peringatan Hari Ibu (PHI)ke-81 dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Pusdai, Selasa (22/12/2009).

Wanita kelahiran Kabupaten Bandung 1 Juli 1959 ini juga salah satu sosok perempuan yang ada dalam buku 'Perempuan Inspiratif Jawa Barat' yang dilaunching oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Dalam buku tersebut ada 26 profil perempuan dari Kabupaten dan Kota di
Jawa Barat.

Saat ditanya Gubernur Heryawan mengapa Endang mau membagi hidupnya dengan mengasuh anak-anak yang bukan anak kandungnya dia menjawab dirinya hanya mensyukuri apa yang diberikan Allah SWT.

"Saya kebetulan berasal dari keluarga miskin, sekarang saya mensyukuri apa yang diberikan Allah dengan merawat anak-anak telantar," ujar Endang.

Indikator Pasangan yang tak Setia



Perselingkuhan adalah sebuah hal yang biasa di kalangan pasangan-pasangan modern. Saking terbiasanya, berselingkuh saat ini sudah menjadi hal yang dianggap wajar. Padahal perselingkuhan adalah bentuk ketidakjujuran serta pengkhianatan yang paling jelas dan paling berat. Yang melakukannya seharusnya dicap buruk dan diberi sanksi-sanksi sosial, bukannya dianggap hebat.

Dengan tersedianya kecanggihan elektronik seperti internet dan ponsel, perselingkuhan semakin mudah dilakukan daripada di masa lalu. Pasangan yang tidak setia dapat menyembunyikan hal-hal yang mereka tutupi. Nah, saat pasangan Anda berusaha menutup-nutupi wanita ‘gelap’-nya, menjadi pihak yang tidak setia membutuhkan ketelitian tinggi dalam menghadapi detil-detil—suatu hal yang sebenarnya jarang dimiliki oleh seorang pria.

Kebanyakan Pria berhati-hati menyembunyikan permainan mereka biasanya meninggalkan beberapa petunjuk atau bersikap aneh untuk menutupi kegiatan mereka. Jika Anda menduga bahwa lelaki yang Anda cintai mungkin sedang main gila, teruslah membaca untuk mengetahui 7 tanda utama yang bisa mengkonfirmasi kecurigaan Anda.

1. Bersikap tidak biasa dan senang berdandan

2. Pola hubungan seks yang berubah

3. Sering bepergian dengan alasan tidak jelas dan susah dihubungi

4. Pengeluaran yang tidak jelas

5. Anda tidak dapat mengakses komputer atau ponselnya lagi


6. Ia merubah sikap terhadap Anda

7. Insting seorang wanita

Dibandingkan semua indikator-indikator yang sudah disebutkan di atas, tak ada yang lebih meyakinkan lagi daripada perasaan Anda sendiri. Anda mengenal pasangan Anda lebih baik daripada orang lain. Jadi Anda pasti jadi orang pertama yang memperhatikan perubahan-perubahan dalam dirinya (jam kerja yang lebih lama, lebih mudah jengkel, gairan seks yang menurun), perubahan-perubahan jadwal (lebih sering ke luar kota, lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah), dan perubahan cara ia berinteraksi dengan Anda pada umumnya.

Setelah Anda mengetahui tanda-tanda tersebut, terserah pada Anda apakah Anda ingin mengkonfrontasikannya, atau langsung memutuskan hubungan, atau membuka percakapan terbuka untuk memperbaiki hubungan Anda. Pertimbangkan masak-masak segala keputusan dengan kepala jernih—meski Anda sangat terluka—dan cobalah untuk tegar. (niq)

Jumat, 01 Januari 2010

Buku Manfaat Sedekah


Kegiatan : Bedah Buku "1001 Manfaat Nyata Shadaqah" Karya Faishal bin Ali Al-Ba'dany.

Tempat :Masjid JAMASBA Bantul, Yogyakarta

Waktu : Ahad, 23 Agustus 2009

Pembicara : Ust Qosdi Ridwanullah (Praktisi Dakwah Surakarta)

Gratis, Full Doorprice, Bazar Buku Murah.

Kenapa Babi Haram??? Flu Babi, Virus mematikan


Tahun 2009 menorehkan catatan kesehatan paling heboh sejagat karena munculnya virus H1N1 atau flu babi. Penetapan pandemi flu babi oleh WHO sempat membingungkan dan membuat kepanikan di seluruh dunia. Ini membuktikan bahwa memakan daging Babi itu haram adalah demi kebaikan manusia itu sendiri dan Allah Swt. Akan memberikan berbagai penyakit yang mengerikan bagi yang memakan makanan haram. Sedangkan Zina / seks bebas dan narkoba Allah memberikan hukuman berupa penyakit dahsyat yaitu AIDS, Pemakan daging anjing terserang RABIES, dan berbagai penyakit lainya, yang semuanya belum ada obat yang mujarab dan prosentasi kematiannya masih sangat tinggi.

Pandemi virus H1N1 terjadi di 200 negara dengan menelan korban jiwa sepanjang 2009 lebih dari 11.500 orang. Meskipun virus ini kalah ganas dibandingkan virus H5N1 (flu burung) tapi korban yang meningal lebih banyak karena kondisi tubuh pasien yang terkena flu babi umumnya menderita penyakit lain. Dalam beberapa waktu virus H1N1 ini telah menjadi pandemi yang luas dan membuat kepanikan di sebagian besar negara bagian Amerika serta beberapa negara lain di dunia. Masker wajah dan cairan pembersih tangan habis terjual di hampir semua toko.

Pemerintah Mesir memerintahkan agar semua babi disembelih,. Di beberapa negara bahkan sudah memasang alat detektor suhu tubuh di setiap bandara untuk mendeteksi orang asing yang masuk dengan suhu tubuh di atas 38,5 derajat celsius. Ini juga berlaku di Indonesia yakni di bandara Soekarno-Hatta dan bandara Ngurah Rai, Bali.

Pada bulan Juni 2009, organisasi kesehatan dunia (WHO) mengeluarkan penyataan waspada dengan tingkat tertinggi. Hal ini didasarkan pada virus H1N1 yang telah menyebar ke beberapa negara di dunia dan dianggap sebagai pandemi global.

Virus H1N1 baru dinyatakan masuk ke Indonesia pada bulan Juni 2009, setelah 2 orang pasien dinyatakan terinfeksi virus H1N1. Kedua pasien tersebut dirawat di RSPI Sulianti Saroso dan RS Sanglah Denpasar, Bali.

Tapi kepala organisasi kesehatan dunia (WHO) memperingatkan seluruh dunia bahwa pandemi ini belum berakhir, karena virus H1N1 masih bisa bermutasi. Ditambahkannya masih terlalu cepat dan dini untuk mengatakan bahwa pandemi virus influenza ini telah benar-benar berakhir. Karena para ahli masih harus terus memantau pandemi ini selama 6 sampai 12 bulan ke depan untuk melihat apakah virus ini bisa bermutasi menjadi jenis (strain) yang lebih berbahaya atau tidak.

Penyesalan yang Terlambat Penderita HIV



Jakarta, Sejak usia 17 tahun, pemuda E sudah kenal dengan narkoba dan seks bebas. Selama 8 tahun berkubang kenikmatan yang menyesatkan. Ketika dirinya tersadar dan ingin bertobat tanpa diduga penyakit HIV AIDS membalas kelakuan buruknya.

Pria berumur 33 tahun yang minta dirahasiakan namanya itu mengaku terjerumus narkoba dan seks bebas pada tahun 1994. Semua berawal dari lingkungan.

"Itu karena pengaruh lingkungan yang sangat kuat. Saya sendiri tidak tahu dapat virus itu dari mana, apakah dari seks bebas atau dari narkoba. Kemungkinannya fifty-fifty," tuturnya. Keinginan untuk berhenti mengonsumsi narkoba muncul pada tahun 2002. "Saya mulai merasa sayang karena uang yang saya dapat dari kerjaan harus dipakai untuk narkoba," ujarnya.

Tapi tobat yang dilakukan rupanya sudah terlambat. Virus HIV sudah masuk ke tubuhnya yang menyerang kekebalan tubuhnya hingga tiga kali masuk UGD. "Awalnya saya didiagnosa tifus karena gejala pertamanya hampir sama yaitu panas tinggi nggak turun-turun. Tapi setelah tiga kali bolak balik UGD, dokter mulai curiga dan akhirnya saya dites HIV," jelasnya.

Meski sempat terpukul menerima kenyataan pahit tersebut, E mulai bisa menerima kondisinya. Dengan dukungan keluarga dan teman-temannya, E kini berhasil mempertahankan kekebalan tubuhnya dengan rutin mengonsumsi obat Antiretroviral (ARV). Dalam kurun waktu kurang lebih 1 tahun, obat ARV mampu meningkatkan kekebalan tubuhnya hingga berkali-kali lipat.

"Sebelumnya sistem imun saya sangat lemah. Saya kena anemia, penglihatan kabur, gatal-gatal, toksoplasma dan streptococus. Tapi karena rutin konsumsi ARV, alhamdulillah saya lebih kuat," tuturnya.

Sejak tahun 2004 obat Antiretroviral disubsidi oleh pemerintah sehingga masyarakat tidak perlu lagi membayar sekitar Rp 300-500 ribu untuk mendapatkan obat tersebut (60 tablet untuk 1 bulan). Cukup dengan rutin mengonsumsi ARV dua kali sehari (pagi dan malam), seorang penderita virus HIV bisa bertahan bahkan bisa sembuh.

Meski keadaannya kini sudah membaik dan stabil, tapi E masih punya beban mental yang dirasakannya. "Ketakutan saya adalah ketika orang lain tahu kita punya HIV. Mereka takut ketularan dan mengira virusnya bisa pindah lewat air liur atau jabatan tangan, padahal itu tidak benar," ujar pria yang kini aktif sebagai counsellor di support group Pokdisus AIDS di RSCM.

E pun menyarankan agar penderita HIV sebaiknya jangan mau kalah dengan virus tersebut. "Obatnya sudah ada, gratis pula. Hanya bayar 60 ribu per bulan, itu pun bukan untuk beli obat tapi untuk konsultasi dokter," ujar pria asal Jakarta yang merupakan sarjana lulusan universitas ternama di Indonesia.

Kamis, 31 Desember 2009

Selamat Liburan Panjang......


Selamat berhari libur di penghujung Tahun 2009, semoga semua berjalan lancar dan selamat ditempat tujuan maupun dalam perjalanan pulang kerumah setelah berlibur. Liburan Tahun baru sebenarnya sudah menjadi kebiasaan bahkan kalau boleh dikatakan "sudah merupakan tradisi" dan masyarakat merayakannya dengan cara beraneka ragam yang jelas kegiatan tersebut tak kalah boros nya dengan acara "MBEDOL KOTA" menjelang Idhul Fitr dan "MBEDOL DESA" setelah 7hari Idhul Fitr berlalu. Pusat perbelanjaan Ramai dan jalanan macet, serta tempat-tempat wisata favorit "full booked", lalu Bahagiakah kita??? setelah semua itu berlalu???

Seringkali pertanyaan itu mengusik relung hati kita" rasa-rasanya Aku tidak dapat menikmati semua hiburan, tempat yang indah, atau tempat-tempat yang penuh gelak tawa"?? Semua uang yang keluar laksana percuma dan waktu yang digunakan seperti terbuang tanpa manfaat, apalagi semua itu uang dari Ngebon Kantor...Wah..wah..wah... lengkap sudah was-was dan resah gulana. Ada yang kosong jiwa ini...PAgi hari semua orang berkompetisi bangun pagi, berhias, berkemas, menstater mobil atau menunggu kendaraan umum, berangkat kerja seperti balapan dengan para tetangga atau orang-orang disekitar, dikantor sibuknya gitu-gitu aja, dan jam 5 tet.. kembali berkemas, berhias bagi perempuan dan berangkat pulang...Lalu..apa sebenarnya yang kita cari? uangkah, harta yang melimpah, status? jabatan atau dengan mengikuti sistem kita menjadi bagian dari dunia ini? bila semua itu didapat so then..? What..?
Lalu kapan kita memikirkan tentang mati... kiri kanan tetangga wafat satu persatu atau pejabat A, artis B atau orang yang tidak kita kenal dipanggil tanpa tanda-tanda, tetapi masih menganggap diri ini pengecualian (bahwa diri ini akan mati tua) lalu..bila Tuhan memanggil tanpa Ba dan Bu seketika...apa yang bisa kita lakukan? minta penundaan? karena kita belum siap?? Jawabnya pasti tidak Bisa...Bila sudah sampai kubur, pedulikah orang-orang yang dulu kita gadang-gadang dan diperjuangkan selama hidup kepada kita untuk mendoakan kita..dialam kubur...? Ya. sesungguhnya bekal diri ini adalah apa yang kita perbuat samasa hidup ; Siapkah kita menghadap kepada yang kuasa??? bila giliran kita entah kapan datangnya tiba-tiba muncul dihadapan??

Haramkan Infotainment, PBNU

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta agar tayangan infotainment gosip dihentikan karena haram. PBNU diminta jangan main melarang dan menggunakan saluran yang ada untuk protes, salah satunya ke Dewan Pers.

Sebelumnya PBNU mendesak tayangan infotainment gosip segera dihentikan. Sebab, pemberitan yang mengobral masalah pribadi dan keluarga orang bisa berdampak buruk bagi masyarakat.

"PBNU minta agar tayangan infotainment di media dihentikan. Karena pemberitaan itu mengobral rahasia keluarga, serta mengaduk aduk hubungan antar anggota keluarga," kata Hasyim dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (25/12/2009).

Menurut pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini, infotainment gosip merupakan pembunuhan karakter orang yang diberitakan. "Karena hal tersebut sama sekali tidak menjadi bagian dari kebebasan dan demokrasi, namun menjadi bagian dari pembunuhan karakter dalam kerukunan atau ketenangan keluarga," jelasnya.

Dalam Islam, lanjutnya, berita gosip merupkan larangan keras yang dihukumi haram. "Bahkan diibaratkan dalam Al-Quran sebagai seorang yang tega memakan daging bangkai saudaranya sendiri dalam mencari rezeki," tutur mantan Ketua PW GP Ansor Jawa Timur ini.

Pawai Hari Anak Yatim



Dalam rangka memperingati Hari Anak Yatim 10 Muharram 1431 H, Himmatun Ayat menggelar Pawai Kreatifitas Anak Yatim Gresik dan Panggung Hiburan, Minggu (27/12). Pawai ini diikuti lima ratusan anak yatim perwakilan Panti Asuhan se-Kabupaten Gresik

Khitanan Masal Anak Piatu

Di tengah rintik gerimis hujan, seluruh anak asuh RZI cabang Balikpapan berfoto bersama mentor dan keluarga di pantai Manggar Balikpapan dalam program KSAB (Kembalikan Senyum Anak Bangsa).

alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421287367053531458" />



Rumah Zakat Indonesia (RZI) cabang Banjarmasin menggelar khitanan massal di 2 kecamatan yaitu Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Utara 27 dan 28 Desember lalu. Acara ini dalam rangka program Kampung Seha

Pesawat Tabrak Rumah Sakit




Sebuah pesawat penyemprot hama milik Sinar Mas menabrak atap RSU Agusdjam, Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis (31/12). Dua orang tewas dalam insiden itu yaitu pilot bernama Sigit dan teknisi bernama Titut.

"Innnalilahi wa inna Ilaihi rojiun telah meninggal dunia Kyai Haji Abdurrahman Wahid di RSCM. Al Fatihah,"




"Innnalilahi wa inna Ilaihi rojiun telah meninggal dunia Kyai Haji Abdurrahman Wahid di RSCM. Al Fatihah,"

Kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, dan Kami doakan bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan rahmat Nya. Amin

- Shalat jenazah untuk KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang dilakukan di Masjid Ulul Albab dilakukan bergelombang sebanyak 2 kali. Selain dipimpin oleh mantan Ketua PWNU Jatim, Ali Maschan Moesa, salat jenazah juga dipimpin oleh salah satu budayawan, KH Mustofa Bisri alias Gus Mus.

Setelah disalatkan di Masjid Ulul Albab, jenazah Gus Dur yang berada di dalam peti berselimut bendera Merah Putih itu kembali diusung dan dimasukkan ke mobil jenazah dan dibawa ke kompleks pemakaman yang jaraknya 200 meter dari Ponpes Tebuireng.

Miracle4all.

MT ; Perkara Hutang




Selamat pagi Bapak Mario dan salam super,
Saya ingin menanyakan masalah penyelesaian hutang saya , saya mempunyai hutang pada seseorang dengan jumlah Rp. 350 juta, dengan bunga 5% per bulan dan sekarang saya diminta Rp. 1 M 800 juta, selama 10 bulan dan sertifikat saya yang jadi jaminan sudah dibalik nama.
Apa yang harus saya lakukan Pak Mario karena tidak mungkin saya bisa membayar hutang saya itu sebesar itu.
Terima kasih banyak

Ni Made Wartini, Denpasar


Mario Teguh menjawab:

Ibu Ni Made Wartini yang baik,

Ketahuilah bahwa masa depan Anda tidak pernah tergambar dengan pasti, bila bukan Anda yang menata dan merencanakannya. Bila Anda tidak menyukai kemungkinan dari wajah masa depan Anda, maka susunlah sesuai dengan yang Anda idamkan.
Bila Anda tidak mengetahui bentuk wajah yang baik, perhatikanlah kehidupan baik yang sedang dialami oleh pribadi-pribadi disekitar Anda. Kira-kira seperti itulah bentuk wajah masa depan Anda.
Mohon Anda sadari bahwa, ukuran keberanian yang sesungguhnya, bukan berada pada keberanian kita untuk mati, tetapi keberanian kita untuk hidup dengan penuh – menyambut apapun yang datang menghampiri kita, dan menjadikan itu semua kebaikan bagi kita dan orang lain.
Sebetulnya sebuah kesulitan tidak berniat untuk menyulitkan Anda, dia hanya ingin mengungkapkan kualitas Anda yang sebenarnya.
Mohon diingat, salah satu berkat dari langit kepada Anda yang dikasihi-Nya adalah ketidak-tahuan mengenai resiko, dan ketidak-tahuan mengenai apa yang tidak mungkin Anda lakukan. Sehingga Anda tidak membatasi apa yang mungkin Anda lakukan. Dan dengannya Anda tidak mungkin membatasi yang mungkin Anda capai.


Begitu dulu ya, Ibu Ni Made Wartini. Tetaplah bersemangat.


Salam Super,
Mario Teguh

Agus Kuncoro-Anggia Jelita Sehatnya Puasa dan Sedekah




Perannya sebagai Azzam yang baik dan taat beribadah di serial televisi Para Pencari Tuhan membuat Agus Kuncoro disukai kaum Hawa, terutama ibu-ibu. Sikap baik dan taat beribadah ini tak hanya muncul dalam perannya, melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari. Bersedekah dan puasa menjadi bagian dari hidup sehatnya bersama keluarga.

Agus merasa saat ini sudah siap naik haji. "Haji adalah pengorbanan dan juga kewajiban ketika mampu dan kondisi fisik juga mampu. Ini berarti sudah tidak ada halangan lagi dan jatuhnya wajib," papar pemain film Kun Fayakuun ini.

Rajin puasa

Ketaatan Agus dalam beribadah diakuinya melalui proses cukup panjang. Waktu itu ia menjalani salat karena sebagai umat Islam, ya harus salat. Kemudian beranjak ia bisa melakukannya penuh lima waktu.

"Sampai kemudian pada taraf, setiap kali azan berkumandang, saya harus segera salat," tuturnya.

Peningkatan juga merambah ke ibadah lain. Agus dan istri, Anggia Jelita, selalu berupaya menjalani puasa sunat Senin-Kamis. Saat GHS singgah, mereka tengah menjalani puasa. Agus sendiri sudah menjalani puasa sunat sejak sebelum menikah.

Puasa menjadi cara Agus meningkatkan diri dan belajar mengendalikan hawa nafsu. "Puasa itu mengingatkan kita untuk tidak berlebihan. Apalagi saya gampang khilaf," ujar jebolan Jurusan Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta ini.

Untuk putrinya yang baru berusia 1,5 tahun, ibadah ditunjukkan melalui hal sederhana. Ketika Agus maupun Anggia salat dan mengaji, Keirra ada di samping mereka dan melihat orangtuanya beribadah.

Selain itu, Keirra dilatih untuk bersedekah. "Kami jadi membiasakan Keirra untuk berbagi. Membiasakan tangan di atas ketimbang di bawah, itu lebih baik," katanya lagi.

Bersedekah sudah menjadi bagian hidup mereka. "Sedekah itu penting, membawa kebaikan," ujarnya.

Sedekah, menurut Agus, bisa dianalogikan dengan kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang makan terus-menerus tanpa membuang sisanya, pasti akan berdampak buruk pada tubuh.

"Kalau tidak dikeluarkan, bisa-bisa harus dipaksa keluar melalui tindakan operasi yang semestinya bisa secara alami. Nggak enak, 'kan? Begitu juga dengan sedekah. Konsepnya hampir seperti yang terjadi pada tubuh," ungkap pria kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1974 ini.

Kenikmatan yang sudah diterima hendaknya memang dibagikan kepada orang lain. Dan yang pasti, harus di tempat yang semestinya agar sedekahnya tepat guna. Percaya saja bahwa bila banyak yang dikeluarkan, masukan akan lebih banyak.

Israel Masih Dilarang Investasi di Indonesia



Jakarta - Israel masih terlarang untuk menanamkan investasinya ke Indonesia. Hal itu bukan karena hubungan diplomatik yang belum terjalin antara Indonesia dengan negara tersebut, melainkan lebih terhadap gejolak yang akan timbul di masyarakat jika hal tersebut terjadi.

Hal ini disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Rabu (30/12/2009).

"Kita dengan Taiwan tidak ada hubungan diplomatik. Tapi banyak investor Taiwan di sini. Itu bukan pembatasan. Tapi kalau Israel ke sini nanti Pak Tifatul (Menkominfo) marah, ramai lagi," jelas Hatta.

Hatta menambahkan sejauh ini hubungan diplomasi Indonesia dengan Israel memang belum terjalin. Bahkan paspor warga Indonesia saja tidak berlaku ke Israel.

"Paspor kita saja tertulis tidak berlaku untuk ke Israel. Itu maksudnya apa? Berarti tidak boleh," ungkap Hatta.

Mengenai sebagian saham Carrefour yang dimiliki oleh BUMN Israel, Hatta mengatakan bahwa hal itu menjadi urusan Komisi Pengawas Persaingan usaha.

"Itu kan soal persaingan usaha, itu urusan KPPU. Tapi kalau terjadi persaingan usaha tidak sehat, itu urusannya dengan KPPU," tambahnya.

Seperti diketahui, Perusahaan Israel, Koor Industries Ltd menambah kepemilikan sahamnya di Carrefour SA. Koor membayar 3% saham peritel asal Prancis itu pada harga 3,5 miliar shekel atau sekitar US$ 886 juta pada Juni lalu.

Dengan tambahan kepemilikan ini, maka Koor akan menjadi pemegang saham terbesar kedua Carrefour SA setelah Blue Capital yang kini menguasai 13,55% saham Carrefour.

Terkait Daftar Investasi Negatif (DNI) Indonesia saat ini, Hatta menyatakan sudah selesai dibahas dan bisa segera dilaporkan. Yang jelas pada DNI kali ini, pemerintah lebih memberikan kepastian pada para investor.

"Sama seperti yang dulu. Kalau yang dulu lebih banyak grey area. Sekarang menjadi lebih pasti," jelas Hatta.

Apa Hikmah Penciptaan Jin Dan Manusia?



Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin


Jawaban:

Sebelum saya menjawab pertanyaan ini, saya ingin mengingatkan tentang kaidah umum dalam penciptaan dan syari'at Allah.

Kaidah tersebut disarikan dari firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, "Dia Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana."(At-Tahrim:2)

Juga firman Allah, "Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi maha Bijaksana"(An-Nisa': 42)

Masih banyak lagi ayat-ayat lain yang selaras dengannya yang menunjukkan bahwa dalam setiap ciptaan Allah, dalam syari'at-Nya, dalam hukum-hukum alam-Nya, dan dalam hukum-hukum syari'at-Nya terdapat hikmah. Tidak ada sesuatupun yang diciptakan Allah kecuali mempunyai hikmah, baik dalam perwujudannya maupun pemusnahannya. Tidak ada sesuatupun yang disyariatkan Allah Subhanahu wa Ta'ala, kecuali untuk hikmah tertentu, baik dalam hal yang bersifat wajib, haram maupun mubah. Tetapi hikmah yang terkandung dalam hukum alam dan hukum syariat ini, kadang kita ketahui dan kadang tidak kita ketahui, atau kadang diketahui sebagian manusia dan kadang tidak diketahui oleh sebagian manusia lainnya, sesuai dengan pengetahuan dan pemahaman yang diberikan Allah kepadanya. Jika semua ini telah jelas maka kami katakan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan jin dan manusia mempunyai hikmah yang besar dan tujuan yang mulia, yaitu agar menyembah-Nya, seperti yang difirmankan, "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."(Adz-Dzariyat:56)

Kemudian firman Allah, "Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?" (Adz-Dzaariyaat: 115).

Serta firman Allah,"Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?" (Al-Qiyamah:36)

Masih banyak lagi ayat-ayat lain yang menunjukkan bahwa dalam penciptaan jin dan manusia, terdapat hikmah yang besar, yaitu menyembah dan beribadah kepada-Nya;yaitu merendahkan diri kepada Allah karena cinta dan mengangungkan-Nya, dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, sebagaimana disyariatkan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus."(Al-Bayyinah:5)

Itulah hikmah penciptaan jin dan manusia, maka dari itu, barangsiapa yang congkak dan sombong kepada Tuhannya, sehingga enggan beribadah, berarti dia telah menyepelekan hikmah penciptaan manusia ini. Tindakannya itu sekaligus memberikan kesaksian bahwa Allah menciptakan makhluk ini sia-sia. Dia, walaupun tidak secara terus terang berkata demikian, tetapi itulah makna tersirat dari kecongkakan dan kesombongannya sehingga enggan taat kepada Tuhannya.

Apakah Syafaat Itu? Apa Macam-Macamnya?



Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin

Jawaban:

Syafaat berasal dari kata asy-syafa'(ganda) yang merupakan lawan kata dari Al-witru (tunggal), yaitu menjadikan sesuatu yang tunggal menjadi ganda, seperti membagi satu menjadi dua, tiga menjadi empat, dan sebagainya. Ini pengertian secara bahasa.
Sedangkan secara istilah, syafaat berarti menjadi penengah bagi orang lain dengan memberikan manfaat kepadanya atau menolak mudharat, yakni pemberi syafaat itu memberikan manfaat kepada orang itu atau menolak mudharatnya.

Syafaat terdiri dari dua macam:

Macam pertama, syafaat yang didasarkan pada dalil yang kuat dan shahih, yaitu yang ditegaskan Allah Swt dalam Kitab-Nya, atau dijelaskan Rasulullah. Syafaat tidak diberikan kecuali kepada orang-orang yang bertauhid dan ikhlas; karena Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata, "Wahai Rasulullah, siapa yang paling bahagia mendapatkan syafaatmu?" Beliau menjawab, "Orang yang mengatakan,'Laa ilaaha illallah' dengan ikhlas dalam hatinya."Diriwayatkan oleh Al-Bukhori, kitab Al-Ilm, bab "Al-Hirsh 'ala Al-Hadits."

Syafaat mempunyai tiga syarat:

Pertama, Allah meridhai orang yang memberi syafaat.

Kedua, Allah meridhai orang yang diberi syafaat.

Ketiga, Allah mengizinkan pemberi syafaat untuk memberi syafaat.

Syarat-syarat di atas secara global dijelaskan Allah dalam firman-Nya, "Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikitpu tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya)." (An-Najm:26)

Kemudian firman Allah,"Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya." (Al-Baqarah:255)

Lalu firman Allah, "Pada hari itu tidak berguna syafaat, kecuali (syafaat) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya." (Thahaa: 109)

Kemudian firman Allah, "Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya." (Al-Anbiya: 28)

Agar syafaat seseorang diterima, maka harus memenuhi ketiga syarat di atas.

Menurut penjelasan para ulama, syafaat yang diterima, dibagi menjadi dua macam:

Pertama, syafaat umum. Makna umum, Allah mengizinkan kepada salah seorang dari hamba-hamba-Nya yang shalih untuk memberikan syafaat kepada orang-orang yang diperkenankan untuk diberi syafaat. Syaaat ini diberikan kepada Nabi Muhammad saw, nabi-nabi lainnya, orang-orang jujur, para syuhada, dan orang-orang shalih. Mereka memberikan syafaat kepada penghuni neraka dari kalangan orang-orang beriman yang berbuat maksiat agar mereka keluar dari neraka.

Kedua, syafaat khusus, yaitu syafaat yang khusus diberikan kepada Nabi Muhammad saw dan merupakan syafaat terbesar yang terjadi pada hari Kiamat. Tatkala manusia dirundung kesedihan dan bencana yang tidak kuat mereka tahan, mereka meminta kepada orang-orang tertentu yang diberi wewenang oleh Allah untuk memberi syafaat. Mereka pergi kepada Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa. Tetapi mereka semua tidak bias memberikan syafaat hingga mereka dating kepada Nabi saw, lalu beliau berdiri dan memintakan syafaat kepada Allah, agar menyelamatkan hamba-hamba-Nya dari adzab yang besar ini. Allah pun memenuhi permohonan itu dan menerima syafaatnya. Ini termasuk kedudukan terpuji yang dijanjikan Allah di dalam firman-Nya, "Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (Al-Israa':79)

Di antara syafaat khusus yang diberikan kepada Rasulullah Saw adalah syafaatnya kepada penghuni syurga agar mereka segera masuk surga, karena penghuni surga ketika melewati jembatan, mereka diberhentikan di tengah jembatan yang ada di antara surga dan neraka. Hati sebagian mereka bertanya-tanya kepada sebagian lain, hingga akhirnya mereka bersih dari dosa. Kemudian mereka baru diizinkan masuk surga. Pintu surga itu bisa terbuka karena syafaat Nabi saw.

Macam kedua, syafaat batil yang tidak berguna bagi pemiliknya, yaitu anggapan orang-orang musyrik bahwa tuhan-tuhan mereka dapat memintakan syafaat kepada Allah. Syafaat semacam ini tidak bermanfaat bagi mereka seperti yang difirmankan-Nya, "Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberikan syafaat." (Al-Mudatstsir:48)

Demikian itu karena Allah tidak rela kepada kesyirikan yang dilakukan oleh orang-orang musyrik itu dan tidak mungkin Allah memberi izin kepada para pemberi syafaat itu, untuk memberikan syafaat kepada mereka; karena tidak ada syafaat kecuali bagi orang yang diridhai Allah. Allah tidak meridhai hamba-hamba-Nya yang kafir dan Allah tidak senang kepada kerusakan.

Ketergantungan orang-orang musyrik kepada tuhan-tuhan mereka dengan menyembahnya dan mengatakan, "Mereka adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah", (Yunus: 18) adalah ketergantungan batil yang tidak bermanfaat. Bahkan demikian itu tidak menambah mereka kecuali semakin jauh, karena orang-orang musyrik itu meminta syafaat kepada berhala-berhala itu dengan cara yang batil, yaitu menyembahnya. Itulah kebodohan mereka yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah, tetapi sebenarnya tidak lain hanya menjadikan mereka semakin jauh.

Bagaimana Wanita di Surga?



Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin


Disebutkan bahwa laki-laki akan mendapatkan bidadari-bidadari dari surga, lalu bagaimana dengan wanita?

Jawaban:

Mengenai kenikmatan yang akan diberikan Allah kepada penghuni surga ini, Allah Swt berfirman, "Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Fushilat: 31-32)
Kemudian Allah berfirman, "Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya." (Az-Zukhruf: 71)

Diketahui bersama bahwa pernikahan merupakan perkara yang diinginkan oleh setiap jiwa, pernikahan itu akan dilangsungkan di surga bagi para penghuni surga baik laki-laki maupun perempuan. Perempuan akan dinikahkan oleh Allah di surga dengan laki-laki yang menjadi suaminya dulu di dunia, seperti yang difirmankan Allah, "Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga 'and yang telah engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang shalih di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang mahaperkasa lagi maha Bijaksana." (Ghaafir:40)

Jika dia di dunia belum menikah maka Allah akan menikahkannya dengan orang yang menawannya di surga

Apakah Benar Kebanyakan Penghuni Neraka Wanita?

Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin


Jawaban:


Itu benar, karena Rasulullah saw. bersabda kepada mereka, "Wahai kaum wanita! Bersedekahlah kamu dan perbanyaklah beristigfar yaitu memohon ampun. Karena, aku melihat kaum wanitalah yang lebih banyak menjadi penghuni neraka. 'Seorang wanita yang cukup pintar di anatara mereka bertanya, 'Wahai Rasulullah, kenapa kami kaum wanita yang lebih banyak menjadi penhuni neraka?' Rasulullah saw bersabda, 'Kamu banyak mengutuk dan mengingkari suami. Aku tidak melihat mereka yang kekurangan akal dan agama yang lebih menguasai pemilik akal, daripada golongan kamu.'Wanita itu bertanya lagi, 'Wahai rasulullah! Apakah maksud kekurangan akal dan agama itu?' Rasulullah saw bersabda,'Maksud kekurangan akal ialah kesaksian dua orang wanita sama dengan kesaksian seorang lelaki. Inilah yang dikatakan kekurangan akal. Begitu juga wanita tidak mengerjakan sembahyang pada malam-malam yang dilaluinya kemudian berbuka pada bulan ramadhan karena haid. Maka inilah yang dikatakan kekurangan agama'."(Diriwayatkan Al-Bukhori) Ditakhrij oleh Al-Bukhori dalam kitab Al-Haid, bab "Tarku Al-Haid Ash-Shaum", [304], dan Muslim kitab Al-Iman, bab "Bayanu Naqshi Al-Iman Binaqshi Ath-Tha'aat", [79].

Berdasarkan hadits di atas nabi saw menjelaskan bahwa yang menyebabkan mereka banyak menjadi penghuni neraka adalah karena mereka banyak mencela, banyak melaknat, banyak menghina, dan banyak mengingkari suami. Itulah yang menyebabkan mereka lebih banyak masuk neraka.

Apa tanda Kewalian itu (Walyullah)???



Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin

Ada seseorang yang meminta pertongan kepada selain allah dan mengira bahwa dia waliyullah, apakah tanda waliyullah itu? Jawaban:

Tanda-tanda kewaliyan dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya, "Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa." (Yunus: 62-63).

Tanda-tanda kewalian adalah beriman kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya. Barangsiapa yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, maka dia adalah waliyullah. Sedangkan orang yang berbuat syirik, maka dia bukan waliyullah, melainkan musuh Allah seperti yang difirmankannya, "Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, Maka Sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir." (Al-Baqarah: 98).

Orang yang memohon kepada selain Allah atau memohon kepada sesuatu yang tidak kuasa mengabulkannya kecuali Allah, maka dia adalah musyrik, kafir dan bukan waliyullah walaupun dia mengaku demikian, bahkan anggapan bahwa dirinya wali tetapi dia tidak bertauhid, tidak beriman dan tidak bertakwa adalah anggapan yang dusta dan bertentangan dengan perwalian.

Nasihat saya kepada saudara-saudara saya yang muslim dalam masalah ini hendaklah mereka tidak tertipu oleh orang-orang yang mengaku wali itu dan hendaklah mereka tetap kembali kepada kitabullah dan sunah nabi yang shahih, hingga harapan, tawakal, dan sandaran mereka hanya kepada Allah semata, sehingga mereka merasa aman, tenang, dan damai. Dengan begitu mereka bisa menyelematkan harta mereka dari perampokan orang-orang yang bertindak khurafat itu. Dengan merujuk kepada Al-Kitab dan sunah, mereka akan terhindar dari keterpedayaan oleh diri mereka sendiri.

Kadang kita temukan, ada di antara manusia yang mengaku dirinya pemimpin atau wali. Jika Anda merenungkan atau memikirkan apa yang mereka lakukan, Anda dapati mereka jauh dari perwalian dan kepemimpinan. Wali yang sebenarnya tidak mungkin mengaku-aku bahwa dirinya wali, sebaliknya dia merasa enggan mendapatkan penghormatan, permuliaan dan sebagainya. Tetapi Anda dapati dia beriman, bertakwa, menyembunyikan identitas, tidak menampakkan diri, tidak suka ketenaran, tidak ingin didatangi manusia, atau dijadikan sandaran, baik karena takut atau berharap. Jika ada seseorang mengaku-aku sebagai wali hanya untuk mendapatkan kemuliaan dan kehormatan, menjadi tempat kembali dan tempat bergantung, maka sebenarnya, tindakan ini bertentangan dengan takwa dan perwalian. Maka dari itu dijelaskan dalam hadis dari Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam tentang oang yang menuntut ilmu agar disanjung oleh orang-orang bodoh dan didekati para ulama atau agar menjadi pusat perhatian manusia, maka dia akan mendapatkan ancaman begini dan begitu. Pertanyaan ini diperkuat dengan sabda beliau, "Atau untuk memalingkan wajah manusia kepadanya." (Ditakhrij oleh At-Tirmidzi, kitab Al-Ilm, bab "Ma Jaa Fiman Yathlub Bi'ilmihi Ad-Dunya." (2654).

Orang-orang yang mengaku bahwa dirinya wali dan berusaha memalingkan wajah manusia kepadanya, mereka adalah sejauh-jauh orang dari perwalian.

Nasihat saya kepada saudara-saudara saya yang muslim agar mereka tidak terpedaya oleh orang-orang semacam itu dan hendaklah mereka kembali kepada kitabullah dan sunah rasul-Nya, dan hendaklah mereka menggantungkan cita-cita dan harapan mereka kepada Allah semata

Apakah Matahari Mengelilingi Bumi?



Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin

Jawaban: Dalil-dalil syariat secara lahir mengatakan bahwa matahari mengelilingi bumi, sehingga perputarannya itu menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam di muka bumi. Kita tidak bisa membantah makna lahir dari dalil-dalil tersebut kecuali dengan dalil yang lebih kuat, yang memungkinkan kita, menakwilkannya dengan takwil yang lebih kuat dari makna lahirnya. Di antara dalil-dalil yang menunjukkan bahwa matahari mengelilingi bumi sehingga menghasilkan pergantian malam dan siang itu adalah sebagai berikut:

1. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang hujjah Ibrahim kepada orang yang menyanggah Tuhannya, "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, Maka terbitkanlah dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."(Al-Baqorah:258)

2. Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman tentang Ibrahim, " Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, Dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, Dia berkata: "Hai kaumku, Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan."(Al-An'am :78)

Yang tenggelam adalah matahari bukan bumi, seandainya yang beredar adalah bumi tentu dikatakan bahwa ketika bumi tenggelam.

3. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, " Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang Luas dalam gua itu. itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, Maka Dialah yang mendapat petunjuk; dan Barangsiapa yang disesatkan-Nya, Maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya."(Al-Kahfi:17)

Menurut ayat ini yang condong dan bergeser adalah matahari, ini berarti bahwa mataharilah yang bergerak. Jika yang bergerak itu bumi tentu dikatakan, goa mereka bergeser darinya. Begitu juga terbit dan tenggelam disandarkan kepada matahari, ini menunjukkan bahwa seakan-akan mataharilah yang berkeliling, walaupun dalalahnya lebih rendah daripada dalalah firman Allah "condong" dan "bergeser".

4. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya."(Al-Anbiya:33)

5. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, "Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam."(Al-A'raf:54)

Dinyatakan bahwa malam meminta kepada siang dan peminta berarti yang datang berikutnya, padahal diketahui bersama bahwa malam dan siang, keduanya mengikuti matahari.

6. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. ingatlah Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."(az-Zumar:5)

Firman Allah,"Dia menutupkan malam atas siang" atau mengelilinginya seperti surban yang mengelilingi kepala. Ini menunjukkan bahwa malam dan siang itu mengelilingi bumi secara bergantian. Seandainya yang berkeliling itu bumi, tentu dikatakan,"menjadikan bumi mengelilingi malam dan siang." Dalam firman Allah"masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan" menjelaskan pernyataan sebelumnya bahwa matahari dan bumi berjalan pada porosnya masing-masing, karena berjalanya sesuatu yang begerak dengan gerakannya lebih jelas daripada sesuatu yang berjalan di tempat tanpa gerak.

7. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,"Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya."(Asy-syams:1-2)

Kata talaha (mengiringinya) berarti datang sesudahnya. Ini menunjukkan bahwa matahari dan bulan berjalan mengelilingi bumi. Seandainya bumi yang berputar mengelilingi keduanya, tidak mungkin bulan mengiringi matahari saja, tetapi kadang bulan akan mengelilingi matahari dan kadang mengelilingi bumi, karena matahari lebih tingi darinya. Berdalil dengan ayat ini memerlukan perenungan.

8. Lalu firman Allah, "Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui. dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah Dia sampai ke manzilah yang terakhir) Kembalilah Dia sebagai bentuk tandan yang tua.Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya."(Yasiin:38-40)

Penyandaran kata "berjalan" kepada matahari dan perjalanannya telah ditetapkan waktunya oleh Allah ini menunjukkan bahwa matahari benar-benar berjalan dengan ketentuan yang canggih sehingga perjalanan itu menyebabkan adanya pergantian malam, siang dan musim. Menetapkan bagi bulan manzilah-manzilah menunjukkan atas perpindahannya. Seandainya yang berputar itu bumi, tentu manzilah-manzilah itu ditetapkan untuknya, bukan bulan. Ketidakmungkinan matahari mendapatkan bulan dan pergantian malam dan siang menunjukkan adanya gerakan yang terdorong dari matahari, bulan, malam dan siang.

9. Dalam sebuah hadits disebutkan, "Diriwayatkan dari Abu Dzar Radhiyallahu Anhu berkata,'Suatu hari Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda,'Tahukah kamu ke mana matahari ini pergi?'Para sahabat menjawab,'Allah dan Rasulnya yang lebih mengetahui'. Lantas Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda,'Perjalanan matahari ini berakhir di suatu tempat yang telah ditetapkan di bawah 'Arsy, lalu merebahkan diri untuk bersujud. Ia tetap berada dalam keadaan tersebut, sehinggalah diperintahkan kepadanya,'Bangunlah dan kembalilah ke tempat mana kamu datang.'Kemudian matahari kembali sehingga dia terbit dan berputar sebagaimana biasa. Matahari terus beredar lagi sehingga sampai di suatu tempat yang di tetapkan di bawah Arsy lalu merebahkan lagi dirinya untuk bersujud. Ia juga tetap berada dalam keadaan demikian hingga diperintahkan kepadanya,'Bangunlah dan kembalilah ke tempat mana kamu datang.'Matahari kembali lagi sehinggalah ia terbit dan berkeliling sebagaimana biasa tanpa diketahui oleh manusia dan berakhir pada tempat yang telah ditetapkan di bawah Arsy, lalu bersujud dan tetap dalam keadaan demikian, sehingga akhirnya diperintahkan kepadanya,'Bangunlah dan terbitlah di sebelah barat'. Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam terus bersabda,'Tahukah kamu kapankah itu akan terjadi? Itu akan terjadi ketika tidak berfaidah lagi iman seseorang yang tidak beriman sebelumnya atau tidak berusaha mengerjakan kebaikan terhadap imannya'."(Diriwayatkan Muttafaq Alaihi)

Sabda Rasulullah, "kembalilah ke tempat mana kamu datang, kemudian matahari kembali sehingga dia terbit" menunjukkan secara jelas bahwa matahari mengelilingi bumi yang meyebabkan matahari terbit dan tenggelam.

10. Masih banyak lagi hadits-hadits lain yang menunjukkan adanya penyandaran terbit dan tenggelam kepada matahari, sehingga mataharilah yang mengelilingi bumi, bukan bumi yang mengelilinginya.

Mungkin masih ada dalil-dalil lain yang belum saya ketahui, tetapi apa yang saya sebutkan itu, sudah cukup untuk membukakan pintunya dan sudah cukup untuk memenuhi apa yang saya maksudkan.

Ciri-Ciri Kelompok Selamat



Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin

Apa ciri-ciri dari kelompok yang selamat itu? Apakah jika tidak memenuhi ciri-ciri tersebut dapat mengeluarkan manusia dari kelompok yang selamat ini?

Jawaban:

Ciri-ciri utama bagi kelompok yang selamat itu adalah berpegang kepada ajaran Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam dalam bidang akidah, ibadah, akhlak dan mua'malah. Keempat masalah itulah yang menjadi ciri bagi kelompok yang selamat itu. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

Dalam bidang akidah kelompok ini berpegang teguh kepada petunjuk Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya dengan bertauhid murni dalam tauhid uluhiyah, rububiyah maupun tauhid asma dan sifat.

Dalam urusan ibadah kelompok ini memiliki keistimewaan: senantiasa berpegang teguh secara sempurna dan menerapkannya seperti yang diajarkan Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam ; baik dalam jenis, sifat, ukuran, waktu, tempat, maupun sebab-sebabnya. Maka dari itu, Anda dapati mereka tidak membuat bid'ah dalam agama Allah tetapi mereka sangat beradab dihadapan Allah dan Rasul-Nya, tidak menghadap Allah dan Rasul-Nya dengan memasukkan sesuatu yang tidak diizinkan ke dalam masalah ibadah.

Dalam urusan akhlak, Anda dapati mereka berbeda dengan yang lain, karena akhlak mereka yang baik kepada sesama muslim, lapang dada, berwajah manis, sopan bicaranya, mulia, pemberani dan masih banyak lagi akhlak-akhlak mereka yang terpuji lainnya.

Dalam bidang mua'malah (pergaulan) mereka memperlakukan manusia dengan baik dan jujur, seperti yang disabdakan Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam ,"Penjual dan pembeli diberi kesempatan berfikir selagi mereka belum berpisah. Sekirannya mereka jujur serta membuat penjelasan mengenai barang yang dijual belikan, mereka akan mendapat berkat dalam jual beli mereka. Sekiranya mereka menipu dan merahasiakan apa-apa yang harus diterangkan tentang barang yang dijual-belikan akan menghapus keberkatannya."(Al-Bukhari dan Muslim)

Bila tidak memenuhi kriteria-kriteria ini tidak mengeluarkan manusia dari kelompok yang selamat ini, tetapi setiap derajat itu tergantung dari apa yang mereka kerjakan. Kekurangan dalam bidang tauhid mungkin akan mengeluarkannya dari kelompok yang selamat ini, seperti kurang ikhlas dan membuat bid'ah, keduanya dapat mengeluarkannya dari kelompok yang selamat itu.

Adapun kekurangan dalam masalah akhlak dan mua'malah tidak mengeluarkannya dari kelompok yang selamat ini walaupun hal itu mengurangi martabatnya.

Barangkali kita masih membutuhkan penjelasan yang lebih rinci mengenai masalah akhlak ini. Mungkin masalah terpenting yang berkaitan dengan akhlak ini adalah masalah persatuan dan kesepakatan atas kebenaran yang diwasiatkan Allah kepada kita. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).” (Asy-Syuura;13).

Allah juga menjelaskan bahwa orang-orang yang mencerai-beraikan agama mereka menjadi kelompok-kelompok, maka Muhammad tidak bertanggung jawab terhadap mereka. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, " Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat." (Al-An'am:159).

Persatuan dan kelembutan hati merupakan salah satu ciri khas kelompok yang selamat (Ahlu Sunnah wal Jama'ah) ini. Jika mereka mengalami perselisihan di antara mereka dalam masalah ijtihadiyah, hal itu tidak menyebabkan kedengkian, permusuhan dan amarah di antara mereka, tetapi mereka tetap yakin bahwa mereka bersaudara walaupun mereka berselisih, hingga salah seorang di antara mereka mau sholat menjadi makmum orang yang dilihatnya tidak punya wudhu, tetapi imam yakin bahwa dia punya wudhu.

Seperti halnya jika seseorang di antara mereka sholat di belakang orang yang makan daging onta; sang imam yakin bahwa memakan daging onta tidak membatalkan wudhu; sedangkan makmum berpendapat bahwa itu membatalkan wudhu; tetapi dia berpendapat bahwa sholat di belakang imam itu sah, walaupun menurutnya jika sang imam itu sholat sendirian, sholatnya tidak sah. Semua itu dilakukan karena mereka berpendapat bahwa perbedaan yang muncul dari ijtihad dalam bidang yang diperbolehkan untuk berijtihad, bukanlah perbedaan; karena setiap orang yang berselisih itu telah mengikuti dalil-dalil yang harus diikuti dan mereka tidak boleh melanggarnya.

Di samping itu mereka juga berpendapat bahwa jika saudara mereka berselisih dengan mereka dalam suatu amal karena mengikuti dalil, sebenarnya dia sepakat dengan mereka, karena mereka sendiri juga selalu menyeru agar mengikuti dalil di manapun berada. Sehingga jika ada orang yang berselisih dengannya karena mengikuti dalilnya sendiri, maka sebenarnya dia sepakat dengan mereka, karena mereka menjalankan apa yang mereka serukan yaitu menetapkan hukum berdasarkan Kitabullah dan Sunnah rasulullah.

Tidak diragukan lagi bahwa perbedaan pendapat semacam ini banyak terjadi di kalangan ahlu ilmi, para sahabat dan bahkan pada masa Nabi, tetap tidak seorangpun di antara mereka menyalahkan orang lain. Ketika Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam pulang dari perang Ahzab, beliau didatangi Jibril dan diberitahu agar pergi ke Bani Qiraidzah yang melanggar janji, maka Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam menyerukan sahabat-sahabatnya seraya bersabda, "Tidak seorangpun di antara kalian boleh sholat kecuali setelah sampai di Bani Quraidzah."

Maka mereka pun keluar dari Madinah menuju Bani Quraidzah hingga mereka ketinggalan sholat Ashar. Ada di antara mereka yang mengakhirkan sholat Ashar hingga mereka sampai di Bani Quraidzah setelak waktu sholat Ashar habis, karena Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, "Tidak seorang pun di antara kalian boleh sholat kecuali setelah sampai di Bani Quraidzah".

Tetapi di antara mereka ada yang shalat tepat pada waktunya seraya berkata, "Sesungguhnya Rasulullah menginginkan agar kita segera pergi dan tidak menginginkan agar kita mengakhirkan sholat dari waktunya, dan mereka itulah orang-orang yang benar, namun demikian Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam tidak menyalahkan salah satu dari kedua kelompok itu, dan tidak seorang pun dari kedua kelompok itu yang melakukan permusuhan atau marah karena perbedan mereka dalam memahami nash itu. Maka dari itu saya melihat bahwa yang perlu dilakukan kaum muslimin yang menisbatkan dirinya kepada sunnah harus menjadi satu umat, tidak membuat kelompok-kelompok; yang satu bersandar pada satu kelompok dan yang lainnya kepada kelompok lain dan seterusnya hingga mereka cekcok, bermusuhan dan berseteru karena perbedaan dalam masalah ijtihad. Di sini tidak perlu saya jelaskan kelompok-kelompok mana saja, tetapi setiap orang yang berakal akan memahami sendiri masalah ini.

Saya melihat bahwa kelompok ahlu sunnah wal Jama'ah harus bersatu walaupun mereka berselisih dalam memahami nash sesuai dengan pemahaman mereka sendiri-sendiri, karena masalah ini adalah masalah yang luas, Alhamdulillah. Yang penting hati mereka harus tetap satu dan kalimat mereka satu. Tidak diragukan lagi bahwa musuh-musuh Islam senang jika kaum muslimin bercerai-berai, baik musuh-musuh yang dengan tegas menyatakan permusuhan, maupun musuh-musuh yang berpura-pura masuk Islam atau berpura-pura baik kepada Islam padahal sebenarnya tidak demikian. Maka kita harus senantiasa berpegang kepada ciri keistimewaan ini (persatuan), yang merupakan ciri khusus kelompok Ahlu Sunnah wal Jama'ah, yaitu bersatu dalam kalimat yang satu.

Seseorang Diganggu Syetan dalam Masalah Berkaitan dengan Allah



Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin

Ada seseorang yang diganggu oleh syetan dengan gangguan yang berat dalam masalah yang berkaitan dengan Allah, sehingga dia ketakutan sekali dengan masalah itu,. Apa nasehat Anda untuk orang itu?

Jawaban:

Untuk menghadapi kesulitan penanya, yang takut kepada gangguan syetan itu, menurut saya adalah hendaklah dia diberi kabar gembira bahwa gangguan itu akan membuahkan hasil yang baik, karena gangguan syetan itu terus akan dilancarkan kepada orang-orang mukmin agar akidah mereka yang benar di dalam hati mereka tergoyahkan dan mereka terjerumus kedalam ketimpangan jiwa dan pikiran, kemurnian iman mereka keruh, dan bahkan kemurnian hidup mereka jika mereka beriman.

Keadaan seperti yang dihadapinya itu bukanlah keadaaan yang pertama kali dihadapi oleh orang-orang yang beriman dan bukan pula yang terakhir, tetapi selama di dunia ada orang mukmin, mereka akan selalu menghadapi gangguan seperti itu.Keadaan seperti ini juga pernah dihadapi oleh para sahabat Radhiyallahu Anhum. Disebutkan dalam sebuah hadits:

"Dari Abu Hurairah berkata “'Datanglahnya beberapa orang dari kalangan sahabat kepada Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam, lalu bertanya kepadanya, “Sesungguhnya kami mendapati dalam diri kami sesuatu yang dibesar-besarkan oleh salah seorang diantara kami sehingga enggan membicarakanannya.'Beliau bertanya, 'Apakah kalian telah menemukan masalahnya? 'Mereka menjawab, 'Ya.' Beliau bersabda ,'Itulah keimanan yang sharih.’”(Diriwayatkan Muslim)

Dalam hadits lain disebutkan bahwa Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, "Syetan akan datang kepada salah seorang di antara kalian seraya berkata, 'Siapa yang menciptakan ini?siapa yang menciptakan itu?Hingga dia bertanya, 'Siapa yang menciptakan Tuhanmu? Jika sampai kepada pertanyaan ini hendaklah dia berlindung kepada Allah dan menahan diri."(Al-Bukhori dan Muslim)

"Dari Ibnu Abbas Radhiyallahhu Anhuma, bahwa nabi Shallallahu Alahi wa Sallam didatangi oleh seorang lelaki seraya berkata, 'Sesungguhnya aku mengalami suatu peristiwa dalam diriku yang jika aku menjadi merpati lebih baik dariku daripada membicarakannya.'Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, 'Segala puji bagi Allah yang telah mengembalikan masalahnya kepada rasa was-was.'"(Abu Dawud)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam kitab Al-iman, "Orang mukmin diuji dengan gangguan syetan dan gangguan orang kafir yang meyempitkan dadanya." Seperti yang dikatakan seorang sahabat, "Ya Rasulullah, sesungguhnya salah seorang di antara kami mendapati dalam dirinya sesuatu yang apabila dia jatuh dari langit ke bumi lebih baik baginya daripada membicarakannya." Lalu Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam menjawab, "Itu adalah keimanan yang sharih."

Dalam riwayat lain disebutkan "Masalah yang sangat besar untuk dibicarakan."Rasulullah menjawab,"segala puji bagi Allah yang telah mengembalikan tipu dayanya kepada rasa was-was." Atau dia merasa was-was setelah sebelumnya dia sangat benci kepadanya, usahanya menepis kebencian dan rasa was-was dari dalam hatinya itu termasuk keimanan yang sharih, seperti seorang mujahid yang didatangi musuh, lalu dia menang, maka usahanya itu disebut jihad besar."

Kemudian Syaikh berkata, "Maka dari itu sangat wajar jika pencari ilmu dan ibadah mengalami rasa was-was dan syubhat yang tidak dimilki oleh orang lain, karena orang lain tidak menempuh syariat Allah dan manhaj-Nya, tetapi dia menerima hawa nafsunya dalam keadaan lupa dan tidak berdzikir kepada Tuhan-Nya. Itulah yang diinginkan oleh syetan.Berbeda dengan orang-orang yang menghadap Tuhannya dengan ilmu dan ibadah, maka musuh-musuh mereka ingin memalingkan mereka dari Allah.

Saya katakan kepada penanya, jika jelas bagi Anda bahwa gangguan itu berasal dari syetan maka perangilah dia dan kalahkan. Ketahuilah bahwa hal itu tidak akan membahayakanmu sama sekali jika kamu melaksanakan tugas dan kewajiban memeranginya, mengusirnya dan tidak berlindung di belakangnya, seperti yang disabdakan Rasulullah, "Sesungguhnya Allah memberikan maaf umatku jika mereka merasa was-was dalam hati mereka, selama belum dikerjakan ataupun dibicarakan."(Diriwayatkan Muttafaq 'Alaihi).

Jika ditanyakan kepadamu, "Apakah kamu yakin terhadap apa yang menganggunya? Apakah anda sungguh melihatnya sendiri? Mungkinkah kamu menyifati Allah dengannya?" Tentu Anda akan menjawab,"Tidak sepantasnya kita berbicara demikian. Mahasuci Allah, ini adalah kebohongan yang besar, sehingga Anda pasti akan mengingkarinya dengan hati dan lisan Anda, dan Anda termasuk orang yang sangat mengingkarinya. Jadi, hal itu hanya sekedar gangguan dan sesuatu yang terbetik dalam hati, serta jendela syirik yang mengalir pada diri anak Adam melalui peredaran darah, untuk membimbangkan agamanya.

Maka dari itu Anda dapati banyak hal tidak berharga yang dihembuskan syetan ke dalam hatimu, yang tujuannya tidak lain untuk merusak keimanan dan menimbulkan keraguan di dalamya. Misalnya kamu mendengar di dalam Al-Quran berita tentang adanya kota besar dan penting yang penuh dengan penduduk dan bangunan yang ada di timur dan barat, yang pada saat itu tidak terbetik dalam hatimu rasa ragu tentang keberadaannya atau cacatnya kota itu dan sekarang kota itu telah hancur dan binasa serta tidak bisa di huni lagi. Tetapi tiba-tiba syetan membisikkan keraguan kepada Anda sehingga Anda meragukannya. Tujuan syetan dalam hal ini bukan sekedar meragukan manusia terhadap keyakinannya itu, melainkan syetan memiliki tujuan yang lebih besar dalam merusak keimanan orang Mukmin Yaitu berusaha dengan tipudayanya untuk memadamkan cahaya ilmu dan petujuk dalam hatinya, serta menjerumuskannya ke dalam keraguan dan kebingungan. Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam menjelaskan tentang obat yang dapat menyembuhkan, yaitu sabda beliau, "Hendaklah dia berlindung kepada Allah dan menahan diri."

Jika seseorang dapat menahan dirinya dan terus beribadah kepada Allah untuk mencari keridhaan dan kecintaan di sisi-Nya, maka hilanglah keraguan itu dengan kekuatan Allah, sehingga kamu dapat menepis semua keraguan yang ada dalam hatimu. Jika kamu meyembah Allah, berdoa kepadanya dan mengagungkan-Nya, lalu kamu mendengar seseorang berkata miring tentangnya, maka Anda bisa menepisnya jika memungkinkan. Jadi apa yang menganggu Anda itu, sebenarnya tidak realistis tetapi hanya gangguan–gangguan perasaan yang tidak ada pangkal ujungnya, seperti halnya jika seorang yang bersih hatinya lalu dia membuka bajunya untuk dicuci. Setelah dijemur dan kering dia ragu-ragu apakah baju itu bersih atau najis.Jangan-jangan terkena najis sehingga tidah sah untuk sholat. Seharusnya dia yakin dan tidak bersikap demikian.

Nasehat saya untuk mengatasi masalah gangguan syetan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut;

1. Berlindung kepada Allah dan mengakhirkan semua rasa was-was itu seperti yang diperintahkan Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam .
2. Berdzikir kepada Allah dan menguatkan jiwa untuk memerangi rasa was-was tersebut.
3. Bertambah bersungguh-sungguh dalam beribadah dan beramal untuk merealisasikan perintah Allah dan mencari keridoan-Nya. Jika Anda melaksanakan ibadah dengan penuh keyakinan, sungguh-sungguh, dan realistis niscaya Anda lupa terhadap adanya gangguan was-was. Insya Allah.
4. Banyak mengadu dan berdoa kepada Allah agar disembuhkan dari masalah ini. Saya ikut mendoakan semoga Allah memberikan jalan keluar dan keselamatan dari segala keburukan dan bencana

Berdoa Tapi tak Dikabulkan




Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimi


Mengapa manusia sudah berdoa kepada Allah tetapi tidak dikabulkan? Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,"Berdoalah kalian niscaya aku akan mengabulkan kalian?"

Jawaban:

Segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada nabi kita Muhammad, keluarga dan shahabat-shahabatnya. Saya memohon kepada Allah, semoga memberikan taufik-Nya kepadaku dan kepada saudara-saudaraku yang Muslim, agar mereka berpegang kepada akidah yang benar, baik secara perkataan maupun perbuatan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina".(Al-Mukmin:60)

Penanya berkata bahwa dia telah berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala tetapi Allah tidak mengabulkannya sehingga dia menyangsikan kenyataan ini, padahal dalam Al-Qur'an Allah berjanji akan mengabulkan siapa yang berdoa kepada-Nya dan Allah tidak mengingkari janji-Nya.

Jawaban terhadap pertanyaan ini perlu dikatakan bahwa untuk supaya doa terkabulkan, dibutuhkan beberapa syarat, yaitu:

Syarat pertama: ikhlas hanya untuk Allah. Manusia harus ikhlas dalam berdoa sehingga dia menghadap Allah dengan hati yang hadir benar-benar bersimpuh kepada-Nya, mengetahui bahwa Dia Mahakuasa untuk mengabulkan doa itu, dan berharap agar doanya dikabulkan Allah.

Syarat kedua: manusia merasa ketika berdoa bahwa dia sangat membutuhkan bahkan sangat memerlukan Allah. Hanya Allah-lah yang dapat mengabulkan doa orang yang membutuhkan dan menghilangkan kesusahannya. Sedangkan orang yang berdoa kepada Allah, tetapi dia merasa tidak membutuhkan Allah dan tidak memerlukan-Nya, tetapi dia berdoa seperti itu hanya kebiasaan saja, maka doa seperti itu tidak akan dikabulkan.

Syarat ketiga: menjauhi makanan haram, karena makanan haram dapat menjadi penghalang antara manusia, seperti yang ditegaskan di dalam hadits shahih dari Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam bahwasanya beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali kebaikan dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang Mukmin seperti yang diperintahkan kepada para rasul."

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah."(Al-Baqoroh:172)

Kemudian Allah berfirman,"Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya aku Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan."(Al-Mukminun:51)

Kemudian, Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam juga menjelaskan tentang seorang musafir yang berdoa kepada Allah dengan mengangkat tangannya tingi-tinggi seraya berkata"ya Rabb,ya Rabb", tetapi makanan,minuman dan pakaiannya haram, maka Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda,"doanya tidak akan dikabulkan." Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam telah mengecap bahwa doa orang seperti itu tidak akan dikabulkan, walaupun di satu sisi orang itu juga melakukan beberapa hal yang dapat mengabulkan doanya, diantaranya:

Pertama, mengangkat tangan ke atas dan menengadahkan tangannya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala , karena Allah berada di langit di atas singgasana ('Arsy)-Nya dan menengadahkan tangan kepada Allah termasuk salah satu sebab doa dikabulkan, seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Al-Musnad, "Sesungguhnya Allah Maha Pemalu lagi Mahamulia, Dia malu kepada hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya, tetapi kembali dalam keadaan hampa."(Diriwayatkan Ahmad)

Kedua, orang itu berdoa kepada Allah dengan nama Tuhan, "Ya Rabb,Ya Rabb', padahal bertawasul kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan nama-Nya termasuk salah satu sebab doa terkabulkan; karena nama Ar-Rabb berarti pencipta, penguasa, dan pengatur segala urusan. Di tangan-Nya urusan langit dan bumi, maka dari itu sebagian besar doa yang diriwayatkan dalam Al-Qur'an menggunakan nama tersebut, diantaranya, "Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", Maka Kamipun beriman. Ya Tuhan Kami, ampunilah bagi Kami dosa-dosa Kami dan hapuskanlah dari Kami kesalahan-kesalahan Kami, dan wafatkanlah Kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.Ya Tuhan Kami, berilah Kami apa yang telah Engkau janjikan kepada Kami dengan perantaraan Rasul-rasul Engkau. dan janganlah Engkau hinakan Kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji."Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik."(Al-Imran:193-195)

Maka bertawasul kepada Allah dengan nama ini termasuk faktor terkabulkan.

Ketiga, orang itu sedang dalam perjalanan dan kadang perjalanan merupakan salah satu sebab doa dikabulkan; karena manusia-ketika dalam perjalanan-merasa lebih banyak butuh kepada Allah daripada saat dia dalam keadaan muqim bersama keluarganya, seakan-akan orang itu merasa bahwa dirinya tidak bermakna tanpa Allah, sehingga hal terpenting baginya adalah bersimpuh kepada Allah dan berdoa kepada-Nya bagaimanapun keadaanya, baik diterima ataupun ditolak. Perasaan butuh semacam ini dapat menyebabkan doa dikabulkan seperti yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam bahwa Allah turun ke langit dunia pada waktu sepertiga malam terakhir di mana Dia membanggakan kepada para malaikat, orang-orang yang bangun di dalamnya seraya berkata, "Mereka mendatangi-Ku karena sangat membutuhkanku, berbondong-bondong dari segala penjuru yang jauh."

Faktor-faktor penyebab diterimanya doa ini tidak bermanfaat apa-apa bagi orang itu karena makanan dan pakaiannya haram, sehingga Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda,'Doanya tidak akan terkabulkan.'". Syarat-syarat penerimaan doa itu jika tidak terpenuhi maka jauh kemungkinan akan terkabulkan. Jika semua faktor terpenuhi tetapi tidak terkabulkan juga, maka hal itu tentu ada hikmahnya yang hanya diketahui oleh Allah dan tidak diketahui oleh orang yang berdoa. Bisa jadi sesuatu yang kalian cintai itu jelek bagi kalian.

Jika syarat-syarat itu terpenuhi tetapi tidak dikabulkan oleh Allah, bisa jadi hal itu karena untuk menolak keburukan yang lebih besar atau untuk disimpan hingga Hari Kiamat., sehingga kelak akan senantiasa bertambah dan bertambah. Orang yang berdoa dengan memenuhi syarat-syaratnya tetapi tidak terkabulkan dan tidak untuk menolak keburukan yang lebih besar, padahal dia telah melakukan sebab-sebab tetapi tidak dijawab karena hikmah tertentu, maka dia akan diberi dua pahala, pahala pertama atas doanya dan pahala kedua karena musibah yang dideritanya akibat doanya yang tidak terkabulkan, sehingga disimpan untuknya di sisi Allah, supaya menjadi lebih besar dan lebih sempurna.

Kemudian, hal yang terpenting juga, jangan sampai manusia terburu-buru meminta agar doanya segera dikabulkan, karena hal itu juga bisa menjadi penghalang terkabulnya doa, seperti yang dijelaskan dalam hadits Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam, "Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata,'Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, 'Doa seseorang itu akan dikabulkan selagi dia tidak terburu-buru menyebabkan dia berkata, 'Aku berdoa tetapi tidak dikabulkan'."(Diriwayatkan Bukhori Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan, "Mereka bertanya, 'Bagaimana maksud terburu-buru itu ya Rasulullah? Beliau menajwab, 'Saya telah berdoa, berdoa, dan berdoa tetapi tidak dikabulkan'."

Tidak sepantasnya seseorang tergesa-gesa meminta agar doanya segera dikabulkan, sehingga putus asa dan meninggalkan doa. Tetapi dia harus senantiasa mengulang-ulang doa, karena setiap doa yang dilantunkan kepada Allah menjadi ibadah untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan menambah ganjarannya. Maka hendaknya kalian senantiasa berdoa kepada Allah di segala urusan baik secara umum maupun khusus, dalam keadaan lapang maupun sulit, bahkan seandainnya doa bukan termasuk ibadah sekalipun, seyogyanya seseorang tetap giat dalam berdoa.

Tentang Melihat Allah



Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin

Bagaimana pandangan salaf tentang melihat Allah? Bagaimana hukumnya orang yang berpandangan bahwa Allah itu tidak bisa dilihat dengan mata dan melihat Allah hanya merupakan ungkapan tentang keyakinan yang sempurna?

Jawaban:

Ketika menjelaskan tentang hari kiamat, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat." (Al-Qiyamah: 22-23).

Allah menyandarkan penglihatan kepada wajah, padahal anggota badan pada wajah yang dapat melihat adalah mata. Ayat tersebut menjadi dalil bahwa Allah dapat dilihat langsung dengan mata, tetapi penglihatan kita kepada Allah tidak mampu mencakup keseluruhan tentang-Nya, seperti yang difirmankan Allah dalam Al-Quran, "Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya." (Thaahaa:110).

Jika kita tidak mampu mengetahui Allah secara keilmuwan –sedangkan penguasaan ilmiah lebih luas dan lebih mencakup daripada pengetahuan mata- menunjukkan bahwa kita juga tidak mungkin melihat Allah secara utuh dengan mata kita. Hal ini selaras dengan firman Allah, "Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah yang Maha Halus lagi Maha mengetahui." (Al-An'aam: 103).

Mata walaupun bisa melihatnya, tetapi tidak mungkin bisa mengetahuinya secara detail. Allah memang dapat dilihat secara langsung dengan mata, tetapi dengan penglihatan itu Dia tidak bisa diketahui secara detail; karena Dia terlalu agung untuk diketahui. Demikianlah pendapat para salaf dan mereka melihat bahwa nikmat paling sempurna yang diberikan Allah kepada manusia adalah melihat wajah Allah. Maka dari itu, di antara do'a Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam adalah, "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, lezatnya melihat wajah-Mu." (Diriwayatkan An-Nasa'i).

Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, "lezatnya melihat" karena penglihatan itu memberikan kelezatan yang tidak diketahui kecuali orang yang mengalaminya yang mendapatkan nikmat dan karunia dari Allah. Saya memohon kepada Allah, semoga Dia menjadikanku dan Anda termasuk bagian dari mereka. Itulah hakekat yang disepakati para salaf.

Sedangkan orang yang mengira bahwa Allah tidak bisa dilihat dengan mata dan bahwa melihat merupakan ungkapan dari kesempurnaan keyakinan, ini adalah pendapat batil, bertentangan dengan dalil-dalil dan tidak sesuai dengan realitas, karena kesempurnaan keyakinan juga ada di dunia, seperti yang disabdakan Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam dalam menafsirkan kata ihsan, "Ihsan adalah hendaklah kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, jika kamu tidak melihat-Nya, seakan-akan Dia melihatmu."

Jika Anda beribadah kepada Allah seakan-akan Anda melihat-Nya, ini adalah keyakinan yang sempurna. Sedangkan anggapan yang mengatakan bahwa nash-nash yang diriwayatkan tentang melihat Allah menggambarkan tentang keyakinan yang sempurna, karena orang yang yakin dengan keyakinan yang sempurna seperti orang yang melihat dengan mata kepala, adalah anggapan yang salah dan mengubah nash, bukan takwil tetapi mengubah nash dengan perubahan yang batil yang harus ditolak.