Sabtu, 28 November 2009

Kiamat 2012




Ilmuwan tidak lagi menolak terjadinya kiamat. Mereka malah membuat prakiraan ilmiah bagaimana terjadinya. Isu akan terjadinya kiamat di tahun 2012 begitu banyak menyedot perhatian manusia. Sampai-sampai, ada film berjudul 2012 yang bercerita tentang peristiwa mahadahsyat berupa kiamat. Film yang disutradari oleh Rolland Emmerich ini menggambarkan kejadian ‘akhir dunia’ dengan efek gambar yang cukup membelalakkan mata pemirsanya.

Gedung-gedung pencakar langit yang hancur melebur, hujan meteor, bumi yang terbelah, sampai luapan samudera yang meluluhlantahkkan permukaan bumi tergambar jelas di film tersebut. Saat itu, manusia sibuk dengan urusan masing-masing, menyelamatkan diri dari bencana akbar itu. Terlepas silang pendapat mengenai cerita di balik 2012, film tersebut cukup mampu menarik penonton untuk melihatnya.

Kiamat, fakta ilmiah

Sejatinya, waktu terjadinya kiamat adalah misteri karena tak seorang pun tahu secara tepat kapan berlangsung. Ia menjadi bagian dari rahasia Allah yang pasti akan tiba waktunya di suatu hari. Meski begitu, Allah telah memberitahukan tanda-tanda yang ‘menyambut’ akhir hidup seluruh manusia di muka bumi itu. Bahkan, secara gamblang pula diceritakan melalui firman-Nya.

Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan” (QS Al Qoori’ah 101: 1-5)

Selain beberapa ayat di atas, masih banyak gambaran serupa dituliskan dalam Al Qur’an. Tak sekedar isapan jempol, kiamat yang Allah sebutkan ternyata diakui ilmuwan bakal benar-benar terjadi. Bahkan prakiraan dahsyatnya kejadian itu secara ilmiah berupaya dipaparkan para ilmuwan melalui berbagai penelitian mereka. Berikut bagian-bagian episode kiamat yang diramalkan para peneliti berdasarkan data-data ilmiah mereka.

Ketika Bumi Dipanggang

Dalam ayat Al Qur’an, salah satu peristiwa di hari kiamat adalah dipanaskannya air laut: “Apabila matahari digulung… .…dan apabila laut dipanaskan“ (QS. At Takwiir, 81:1 & 6). Sudah pasti hanya Allah yang paling tahu bagaimana peristiwa di ayat itu bakal terjadi secara terperinci, apa yang memanaskan air laut dan bagaimana pemanasan itu terjadi. Apakah itu pemanasan dari dasar laut atau karena keseluruhan bola bumi terpanaskan. Wallaahu a’lam, hanya Allah yang Mahatahu.

Namun, setidaknya para ilmuwan kini menerima bahwa penjelasan ilmiah tentang pemanasan bumi secara keseluruhan di masa terjadinya kehancuran kehidupan di bumi adalah kemungkinan yang ilmiah dan masuk akal. Kejadian kehancuran keseluruhan bumi melalui lalapan api matahari diperkirakan secara ilmiah oleh Peter Schröder dari Universitas Guanajuato, Meksiko dan Robert Smith dari Universitas Sussex, Inggris.

Menurutnya, dalam beberapa milyar tahun, di matahari akan terjadi peleburan cadangan terakhir unsur hidrogen menjadi helium. Penyatuan tersebut mengubah matahari menjadi ‘raksasa merah’ yang ukurannya mengembang menjadi 250 kali lebih besar dari semula. Hal ini menyebabkan massanya berkurang dan memperlemah gaya tariknya ke bumi. Ini memungkinkan bumi berpindah tempat ke garis edar yang lebih jauh pada 7.6 milyar tahun dari sekarang.

Para peneliti tersebut membuat model paling rinci tentang peralihan matahari menjadi raksasa merah. Model ini dibuat berdasarkan pengamatan terhadap enam bintang raksasa merah terdekat.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa awalnya orbit bumi akan bertambah lebar. Namun, gaya tarik (gravitasi) bumi juga akan menyebabkan terbentuknya “tonjolan gelombang pasang” pada permukaan matahari. Tonjolan itu akan mengekor persis di belakang bumi dalam orbitnya, memperlambat peredaran bumi dengan kekuatan yang cukup untuk menyeret si planet biru kita ini ke dalam atmosfer matahari. Artinya, pada saat itu bumi tengah mengalami kehancuran akibat terseret ke lalapan api raksasa merah matahari

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Klik Comment untuk komentar dan pertanyaan Anda. TERIMAKASIH.