Kamis, 09 Desember 2010

Kisah Tauladan


Kisah pertama yang mengesankan diriwayatkan oleh Salamah bin Dinar, seorang alim di Madinah, qadhi dan syaikh penduduk Madinah. Beliau menuturkan kisahnya, suatu ketika aku menemui khalifah muslimin Umar bin Abdul Aziz tatkala beliau berada di Khunashirah, tempat pemerahan susu. Sudah lama saya tidak berjumpa dengan beliau. Saya mendapatkan beliau berada di depan pintu. Pertama kali memandang, saya sudah tidak mengenali beliau lagi lantaran banyaknya perubahan fisik pada diri beliau dibandingkan dengan tatkala betemu dengan saya di Madinah. Saat di mana beliau menjadi gubernur di sana. Beliau menyambut kedatanganku dan berkata:

Umar, “Mendekatlah kepadaku wahai Abu Hazim!”

Aku, (Akupun mendekat), “Bukankah Anda amirul mukminin Umar bin Abdul Aziz?”

Umar, “Benar!”

Aku, “Apa yang menyebabkan Anda berubah? Bukankah wajah dahulu tampan? Kulit Anda halus? Hidup serba kecukupan?”

Umar, “Begitulah, aku memang telah berubah!”

Aku, “Lantas apa yang menyebabkan Anda berubah padahal Anda telah menguasai emas dan perak dan Anda telah diangkat menjadi amirul mukminin?”

Umar, “Memangnya apa yang berubah pada diriku wahai Abu Hazim?”

Aku, “Tubuh begitu kurus dankering, kulit Anda yang menjadi kasar dan wajahmu yang menjadi pucat, bening kedua matamu yang telah redup.”

Tiba-tiba saja beliau menangis dan berkata:

Umar, “Bagaimana halnya jika engkau melihatku setelah tiga hari aku di dalam kubur, mungkin kedua mataku telah melorot di pipiku…perutku telah terburai isinya…ulat-ulat tanah menggrogoti sekujur badanku dengan lahapnya. Sungguh jika engkau melihatku ketika itu wahai Abu Hazim, tentulah lebih tak mengenaliku lagi dari hari ini. Ingatkah Anda tentang suatu hadits yang pernah Anda bacakan kepadaku sewaktu di Madinah wahai Abu Hazim?”

Aku, “Saya telah menyampaikan banyak hadits wahai amirul mukminin, lantas hadits manakah yang Anda maksud?”

Umar, “Yakni hadits yang diriwayatka oleh Abu Hurairah.”

Aku, “Benar, aku masih mengingatnya wahai amirul mukminin.”

Umar, “Ulangilah hadits itu untukku, karena saya ingin mendengarnya dari Anda!”

Aku, “Saya telah mendengar Abu Hurairah berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Sesungguhnya di hadapan kalian terhampar rintangan yang terjal, sangat berbahaya, tidak ada yang mampu melewatinya dengan selamat melainkan orang yang kuat’.”

Lalu menangislah Umar dengan tangisan yang mengarukan, saya khawatir jika tangisan itu memecahkan hatinya. Kemudian beliau mengusap air matanya dan menoleh kepadaku seraya berkata, “Apakah Anda sudi menegurkan wahai Abu Hazim bila aku berleha-leha mendaki rintangan yang terjal tersebut sehingga aku berhasil menempuhnya? Karena aku khawatir jika tidak mampu menempuhnya.”

Kamis, 28 Oktober 2010

Mbah Marijan Sosok Kontroversial



MBAH MARIJAN AKHIRNYA MEMBAWA MATI PENGIKUT DAN ORANG YANG INGIN MENYELAMATKAN DIA..

Bahwa tidak ada sesuatu kekuatan di muka bumi ini yang mampu meredam amuk Gunung Merapi, apalagi menunda datangnya bencana tersebut. Tapi sungguh tidak masuk di akal kita, sebagai negara yang mayoritas Muslim ini masih ada yang mempercayai dan ingin menjadi saksi akan kesaktian Mbah Marijan dalam meredam Letusan Gunung Merapi..Astaghfirullah...

Ada yang mengatakan dia bisa menghilang dan pernah di beritakan oleh beberapa TV pada detik-detik maut menimpa Mbah Marijan dan pengikutnya.. Bahwa Mbah Marijan dikabarkan "Selamat". SUBHANNALLAH....

Bahkan Sang Sultan Jogja yang terkenal arif itu pun, masih sempat memujia-muji Mbah Marijan bahwa dia sosok yang Setia dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. Wah..wah.. kelihatannya ini akan bakal rame di perbincangan orang ; pasalnya Mbah Marijan telah menyeret belasan pengikut setianya, wartawan dan Orang (seorang Dokter) PMI yang ingin Menyelematkannya pun ikut menjadi Korban..

Berapa air mata yang telah tumpah dan anak, istri, suami, Bapak, adik, kakak yang telah kehilangan mereka yang mati- sia-sia guna entah ingin tahu atau percaya pada keyakinan Mbah Marijan. Yang Jelas-jelas harus dipersalahkan atas kematian orang-orang tersebut....

Seperti yang telah dikutip Kompas.com sbb :


Fenomena Mbah Marijan, adalah sebuah kematian karena keyakinan. Dalam keyakinannya dan kesetiaannya dia telah wafat dalam sebuah tugas sebagai pemegang kunci Merapi. Salut untuk mbah Marijan. Namun disislain kepada siapakah seorang Marijan beriman sehingga rela mati? Inilah sebuah fenomena magis yang tidak terdefenisikan.

Kematian Mbah Marijan juga memicu kepada kematian banyak orang yang dalam berbagai alasan. Ada seorang dokter, ada yang karena ingin menevakuasinya, ada karena ingin mengabadikannya dan sebagainya dan sebagainya dan mereka semua menjadi mayat diantara Mbah Marijan. Apakah ini termasuk bagian dari keyakinan dan keteguhan hati seorang Mbah Marijan? Ternyata Marjan dengan keteguhan hatinya telah memicu banyak nyawa melayang. Lalu apakah itu yang diinginkan “Penguasa MErapi’ bersama penunggunya seorang Marijan, sang pemegang kunci merapi?


Minimal ada dua kemungkinan yang terjadi bahwa iman yang dimilki mbah Marijan membuat dia tidak peka dengan apa yang harus dia lakukan. Marijan beriman kepada kekuatan yang dia sendiri tidak memahami kekuatan itu. Jika saja dia mengenal apa dan siapa yang dia imani maka seharusnya dia dapat melihat kekuatan apa dibalik itu semua. Yang kedua, dari trend arah wedus gembel terlihat bahwa apa yang dilakukan Marijan selama ini, tempat ritualnya, tempat dia meng-ABDI dan bahkan rumahnya semua habis terbakar. Fenomena ini menunjukkan apa yang dilakukan Marijan semua menjadi binasa dan alam sekalipun tidak bersahabat dengan apa yang disembah dan diyakini oleh Marijan. Semua terbakar dan porak poranda.

Dalam arti yang luas sebagai filosfi api yang memusnahkan bahwa Marijan telah melakukan ritual dan beriman kepada kekuatan yang tidak dapat menyelamatkannya bahkan dia harus kehilangan nyawanya dan harta bendanya. Dan yang lebih parah lagi adalah dia membawa serta sejumlah orang dalam kematiannya hanya demi sebuah keyakinan yang tidak sempurna.

Bagi penulis misteri Mbah Marijan adalah contoh kebanyakan orang-orang jawa dengan ritual roh-roh yang tidak jelas, nyiroro kidul, sesembahan kejawen, gunung kawi, gunung merapi dan sebagainya.

TUHAN ingin manusia tidak terjebak kepada roh-roh lain roh-roh yang tidak dikenal, roh-roh yang membawa kematian, roh-roh yang membawa kesenangan sementara, roh-roh yang menginginkan nyawa dan darah segar…………roh kematian.

YAKINLAH HANYA TUHAN YME YANG MAMPU MENGENDALIKAN SEMUANYA, KARENA ALLAH YANG MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA, INDONESIA HARUS MENGENAL SIAPA TUHAN YANG SEBENARNYA. TUHAN TIDAK AKAN MAU DISATUKAN DENGAN roh-roh setan, roh-roh yang tidak terdefenisikan itu.

Senin, 18 Oktober 2010

Mbah Marijan ternyata Cukup Bijak kata-katanya

JURU kunci Gunung Merapi R Ng Surakso Hargo alias Mbah Marijan (83), belum mau bicara banyak tentang meningkatkan aktivitas Gunung Merapi.

Namun, secara ekplisit Mbah Marijan mengakui apabila saat ini ada aktivitas yang tidak biasanya di Gunung Merapi. Berikut petikan wawancara dengan Mbah Marijan di kediamannya, Dusun Kinahrerjo, Desa Umbulharjo, Cangkringan.

Bagaimana sikap Mbah Marijan dengan kondisi Gunung Merapi saat ini, terutama soal status waspada Merapi?

Menawai taken bab merapi kalih kulo, salah, mestini pun kalih BPPTK. Sebab sing ndamel status waspada merapi BPPTK niku, mboten kulo. Soal kondisi Merapi, monggo tanglet BPPTK mawon. (Jika bertanya soal Merapi dengan saya salah. Mestinya dengan BPPTK, sebab yang membuat status waspada Merapi itu BPPTK, bukan saya. Soal kondisi Merapi silakah tanya BPPTK).

Pendapat Mbah Marijan soal intensitas aktivitas Merapi?

Pancen leres Merapi sak meniko nembe mbangun. Merapi sak meniko nembe ambegan, lan ning musim udan niki ambegane luwih gedhe. Mugowaeora watuk, Sebab kebule gunung (merapi), bedo karo kebule menungso. (Memang benar, saat ini Merapi sedang bernapas. Merapi sekarang sedang menghela nafas dan di musim hujan nafasnya lebih besar. Semoga saja tidak batuk. Sebab asapnya gunung (merapi), berbeda dengan nafasnya manusia).

Imbauan Mbah Marijan kepada masyarakat terkait dengan situasi Merapi sekarang ini?

Masalah Merapi kulo mboten wantun ndisiki sing Kuasa, sebab niku sampun wonten ingkang ngatur. Saenggo kulo nyuwun para warga tenang mawon lan mboten sah panik. Lan menawi disuwun siap, nggih nurut siap. Nopo melih kulo mboten ngadahi kuasa kagem betek Merapi. (Masalah Merapi saya tidak berani mendahuli yang Kuasa. Sebab itu sudah ada yang mengaturnya. Meskipun begitu saya meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Termasuk jika ada perintah siap dari pemerintah, masyarakat juga harus mematuhinya. Apalagi saya juga tidak mempunyai kuasa untuk prediksi soal Merapi).

Menanggi soal banjir lahar dingin yang mengakibatkan sebuah truk di Gendol tertimbun?

Lahar dingin niku biasa ning wayah udan niki. Lan arahipun dateng ngowongan. Dadi mboten wonten hubunganipun kaleh Merapi. Menawi wonten kendaraan ingkang tertibun,niku salahe dewe,nopo pun ngerti ngen niku wingit kok teng mriku. (Banjir lahar dingin itu, hal biasa saat musim hujan. Dan arahnya menuju ke jurang. Sehingga lahar dingin ini tidak ada hubungannya dengan Merapi. Jika ada kendaraan yang tertimbun, itu salahnya sendiri mengapa sudah tahu tempat itu berbahaya kok tetap nekat).

Ada pesan lagi kepada masyarakat terkait dengan aktivitas Merapi ini, khususnya kepada para pendaki Merapi?

Kulo mboten wonten pesen. Nanggin saenipun sakmeniki sampun minggah rumiyen dateng puncak kawah Merapi. Bebayani. Nopo melih sak meniko kondisipun puncak kawah pun mboten datar melih,nanggin sampun runcing- runcing. (Saya tidak ada pesan. Namun baiknya sekarang jangan naik dulu ke puncak kawah Merapi. Berbahaya. Apalagi, sekarang kondisi puncak kawah sudah tidak datar lagi, tapi sudah runcing-runcing)

Musibah Buta, Belang, Botak yang Miskin..Kisah Islami

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda (yang artinya), "Sesungguhnya ada tiga orang dari Bani Israil yang belang, botak, dan buta. Allah bermaksud menguji mereka, maka Allah mengutus malaikat kepada mereka.


Malaikat itu datang kepada Si Belang dan bertanya, 'Apakah sesuatu yang paling engkau inginkan?'
Si Belang menjawab, 'Saya menginginkan paras yang tampan dan kulit yang bagus serta hilangnya penyakit yang menjadikan orang-orang jijik kepadaku.'
Maka, malaikat itu lantas mengusap Si Belang. Seketika itu hilanglah penyakit yang menjijikkan itu serta ia diberi paras yang tampan dan kulit yang bagus.
Malaikat itu bertanya lagi, 'Harta apakah yang paling engkau senangi?'
Si Belang menjawab, 'Unta (atau ia mengatakan sapi).'
Kemudian, ia diberi unta yang bunting sepuluh bulan, dan malaikat tadi berkata, 'Semoga Allah memberi berkah dan rahmat atas apa yang engkau terima.

Kemudian, malaikat itu datang kepada Si Botak dan bertanya, 'Apakah sesuatu yang paling engkau inginkan?'
Si Botak menjawab, 'Rambut yang rapi dan hilangnya penyakit yang menjadikan orang-orang jijik kepadaku ini.'
Malaikat lantas mengusap Si Botak dan seketika hilanglah penyakit dan tumbuh rambut yang rapi sebagai gantinya.
Malaikat itu bertanya lagi, 'Harta apakah yang paling engkau senangi?'
Si Botak menjawab, 'Sapi.' Kemudian ia diberi sapi yang sedang bunting, dan malaikat tadi berkata, ''Semoga Allah memberi berkah dan rahmat atas apa yang engkau terima.'

Kemudian, malaikat itu datang kepada Si Buta dan bertanya, 'Apakah sesuatu yang paling engkau inginkan?'
Si Buta menjawab, 'Allah mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat orang-orang. Malaikat lantas mengusap Si Buta dan Allah mengembalikan penglihatannya.
Malaikat itu bertanya lagi, 'Harta apakah yang paling engkau senangi?'
Si Buta menjawab, 'Kambing.' Kemudian, ia diberi kambing yang sedang bunting.

Lama kelamaan unta, sapi, kambing yang telah diberikan kepada ketiga orang tersebut berkembang biak, dan unta tersebut memenuhi satu lapangan, begitu pula sapi dan kambing. Pada suatu waktu malaikat datang kepada Si Belang dan menyamar sebagai orang yang berpenyakit belang seperti keadaan Si Belang pada awalnya sambil berkata, 'Saya adalah seorang miskin dan telah kehabisan bekal di tengah perjalanan ini, dan sampai hari ini tidak ada harapanku kecuali hanya kepada Allah, kemudian kepadamu. Saya benar-benar meminta pertolongan kepadamu dengan menyebut Dzat yang telah memberi engkau paras yang tampan dan kulit yang halus serta harta kekayaan, saya meminta kepadamu seekor unta untuk bekal melanjutkan perjalanan saya.'
Si Belang menjawab, 'Hak-hak yang harus saya berikan masih banyak dan saya tidak bisa memberi bekal apa-apa.'
Malaikat itu berkata, 'Kalau tidak salah saya pernah kenal denganmu, bukankah kamu dulu orang yang mempunyai sakit belang dan orang-orang jijik kepadamu, dan bukankah kamu dulu orang yang miskin, lalu Allah memberi rahmat kepadamu?'
Si Belang berkata, 'Sesungguhnya saya mempunyai harta kekayaan ini dari nenek moyang.'
Malaikat berkata, 'Jika kamu berdusta, semoga Allah mengembalikanmu seperti keadaanmu semula.'

Kemudian, malaikat datang kepada Si Botak dengan menyerupai orang yang berpenyakit botak seperti keadaan Si Botak waktu itu, dan berkata seperti apa yang dikatakannya kepada Si Belang. Si Botak juga menjawab seperti Si Belang, kemudian malaikat itu berkata, 'Jika kamu berdusta, semoga Allah mengembalikanmu seperti keadaanmu semula.'

Malaikat melanjutkan perjalanannya ke tempat Si Buta dengan menyerupai orang yang buta seperti keadaan Si Buta waktu itu, dan berkata, 'Saya adalah orang yang miskin, saya telah kehabisan bekal di tengah-tengah perjalanan ini dan tidak ada lagi harapanku kecuali kepada Allah, kemudian kepadamu. Saya benar-benar minta pertolongan kepadamu dengan menyebut Dzat yang telah mengembalikan penglihatanmu, yaitu saya meminta satu ekor kambing untuk bekal di dalam melanjutkan perjalanan saya.'
Si Buta menjawab, 'Saya dulu adalah orang buta, kemudian Allah mengembalikan penglihatan saya, dan dulu saya orang miskin, kemudian Allah memberi kekayaan seperti ini. Maka, ambillah apa yang kamu inginkan. Demi Allah, sekarang saya tidak akan memberatkan sesuatu kepadamu yang kamu ambil karena Allah.'
Malaikat itu berkata, 'Peliharalah harta kekayaanmu, sebenarnya kamu hanyalah diuji dan Allah benar-benar ridha terhadap kamu dan Allah telah memurkai kepada kedua kawanmu'." (HR Bukhari dan Muslim).

Dari ketiga orang yang mendapatkan ujian dari Allah SWT itu, akhirnya hanya satu yang lulus menghadapi ujian dari Allah SWT. Adapun yang dua orang tidak lulus. Keduanya itu ialah Si Belang dan Si Botak. Keduanya tidak bersyukur setelah diberi kekayaan yang melimpah dan kesembuhan dari segala penyakitnya. Keduanya lupa bahwa awalnya tidak lain adalah orang-orang yang hidupnya sering dilecehkan dalam kehidupan bermasyarakat karena penyakit yang dideritanya. Kemudian, setelah sembuh dari penyakitnya dan harta mulai mendekatinya hingga menjadi orang yang kaya raya, mereka lupa kepada Allah SWT. Keduanya kikir atas hartanya yang melimpah ruah itu. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa orang yang datang meminta pertolongan itu memiliki doa yang sangat makbul. Ketika mereka tidak mamu menolongnya, keluarlah doa dari orang yang meminta pertolongan itu, yang tidak lain adalah malaikat yang diutus oleh Allah. Doa dari malaikat yang menyamar itu makbul, dan akhirnya kedua orang yang diuji itu menjadi seperti semula: berpenyakitan dan jatuh dalam kemiskinan.

Yang lulus menghadapi ujian ialah Si Buta, orang yang dengan pertolongan Allah SWT kemudian menjadi tidak buta dan diberi harta kekayaan yang melimpah. Meski sudah berubah, ia tetap bersyukur kepada Allah dan mau membantu sesama orang yang sedang kesulitan. Terbukti ketika Allah SWT mengujinya dengan didatangi malaikat yang menyamar menjadi manusia yang lemah dan meminta tolong, ia mau menolongnya dengan ikhlas karena Allah semata.

Bila Manusia sudah mulai Melupakan Tuhan nya



Entah apa yang mau aku katakan ; sulit untuk menerangkan dan butuh perenungan yang mendalam untuk menjabarkannya. Tapi akan ku coba dengan sisa nalar yang aku miliki, semoga bisa bermanfaat bagi anda dan semua pihak yang mau ikut menerawang ke arah yang sulit di jelaskan dan tidak mudah dicerna oleh mayoritas manusia.

Aku akan mulai dari awal kejadian apa saja yang masih aku ingat ketika baru saja berada di dunia ini dan sampai saat ini, dan jelas ini sangat abstrak dan sekaligus factual tergantung prespective kita kemana membawanya.

Yang bisa ku ingat adalah "Lapar" dimana kenangan indahku ketika bermain dengan perut yang kenyang karena kejadian ini sangat langka pada saat itu. Dan sebagian besar yang bisa ku ingat adalah rasa lapar yang berkepanjangan..semua berjuang mendapatkan makan saat itu...dan tidak mudah selalu ada kekacauan dan keributan.

Aku hanya terduduk disuatu pagi, memandang langit, kupandang bintang yang paling terang yang samar terlihat oleh bias cahaya mentari pagi. Apakah engkau Tuhan? atau sampaikan kepada yang mengatur hidup ini, perut kami lapar dan lingkungan kami sering kacau karena berebut ingin makan. Ya Tuhan adakah tangan Mu kan meraih perutku. dan suasana hening sekali.

Dengan perjalanan panjang yang tidak mudah..dan berbulan-bulan..sampailah Aku pada tempat yang mungkin bisa makan kenyang walau tidak semewah orang lain yang ku kenal, tapi patut ku syukuri. Tapi dengan balasan hati yang teriris dan duka berkepanjangan. Kesenangan ku pada saat itu hanyalah ketika aku terbebas dari siksa bathin walau hanya sesaat.Ketika itu sulit bagiku antara meneruskan hidupku atau berhenti sampai disitu dan berniat bertemu dengan Tuhan. Ya Tuhan..Ya. Allah. apakah ini yang seharusnya Aku jalani..katakanlah..apa yang harus ku lakukan..Tapi tiada jawaban malam makin pekat dan hari-hari makin beku menusuk tulang-tulang dingin.

Setelah perjalanan lebih sewindu lamanya..sesaat bertahap mulailah hidup bercahaya walau cahaya itu byar pet..byar ..pet..tapi setidaknya tidak menggelapkan perjalananku tapi tetap saja memberiku kegelisahan yang mengusik hati..Ku dekatkan dengan Tuhankan untuk mencari arti apa gerangan ini semua...Semakin ku dekatkan diriku..frekwensi byar pet..byar..pet Pelita semakin gencar menghantui...sampai akhirnya gelap sama sekali...

Gelappppp dan pekat, ku tak bisa lagi melihat, aku meronta pada Tuhanku..Aku bertanya pada orang sekelilingku..pada para ustad dan buku-buku yang bisa menuntunku..makin gelap dan ku merasa telanjang tidak berharga...APAKAH TUHAN ITU BENAR ADA???? KALAU ADA DOA-DOA KU JAUH DARI KENYATAAN YANG KU HADAPI???

KU sadari Aku sudah terhasut setan...pada kesulitan ini Aku tidak melihat campur tangan itu Tuhan ada..Semakin berdoa semakin terdera menghantam serta mimpi buruk selalu datang. Yang Aku lihat saat itu hanya aku..meronta..terhina dan tersia-sia dan Tuhan menghilang dari pandangan mata..

YA Tuhan.. salahkah mereka jika dengan takdirmu yang mutlak mereka jadi ingkar kepada Mu? Karena pada saat itu semua manusia, alam pun telah menghukumnya dengan dahsyat dan melihat orang lain tertawa bahagia sementara dia ter aniaya tanpa daya?? Mereka Berpikir ; Sekiranya Tuhan itu ada, sudah tentu Dia akan menurunkan malaikatnya untuk menolongnya.. tapi Dia teraniya sampai saatnya.

Ya..Tuhan.. Kenapa Engkau terlihat jauh bagi orang yang sangat ter aniaya..hidupnya dan seperti Engkau Biarkan tanpa Rahmat Mu.

Ya Tuhan.. Jika Demikian, akan makin banyaklah Manusia di bumi ini yang ATHEIS dan masuk Neraka di penghujung Dunia?? Apakah demikian Takdirmu Ya. Allah...Makin sedikit yang akan beriman kepada Mu..Ya Allah.. Subhanallah....

Ya..Allah.. Bila manusia terbelit sulit yang terlihat adalah seutuhnya dunia fana atau ingin saja mengakhiri hidupnya. Sebagian kecil memeluk Akherat dan menerima cobaan MU apa adanya dan Sebagian Besar akan memeluk Dunia sebagai sandarannya dan menyebarkan pahamnya kepada khalayak agar makin sedikit orang yang percaya pada Mu..Ya Allah..subhanalah.. Ini kah takdir Engkau pada akhir zaman ini Ya Allah, subhanalah..Ya Rohmaaaaan Ya Rohiiiiim.

Selasa, 07 September 2010

Allah maha mengendalikan dan mengatur


Semua Orang Saat ini termasuk para alhli dikejutkan saat Gunung Sinabung (klik untuk melihat) tiba-tiba 'batuk' setelah 400 tahun tidur. Kegiatan gunung berapi memang terkadang tak terduga, mengguncang kehidupan di sekitarnya.

seakan hanya berpindah tempat saja dari pulau jawa, Ke Sulut, Maluku lalu lompat ke Sumatera Lagi.

Jumat, 13 Agustus 2010

Bolehkah Menunaikan Zakat Fitrah dengan Beras?



Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin


Sebagian ulama berpendapat bahwa menunaikan zakat fitrah dengan beras hukumnya tidak boleh selama lima macam bahan pokok yang di-nash-kan itu ada, bagaimana pendapat Anda?

Jawaban:

Sebagian ulama berpendapat bahwa jika lima bahan pokok yang dinashkan yaitu gandum, jelai, korma, anggur kering(kismis) dan keju ada, maka membayar zakat fitrah dengan selain kelima bahan pokok itu hukumnya tidak boleh. Pendapat ini sangat bertentangan dengan pendapat yang mengatakan bahwa mengeluarkan zakat fitrah dengan kelima bahan pokok itu atau dengan bahan pokok lain hukumnya boleh hingga dengan uang sekalipun.

Yang benar bahwa mengeluarkan zakat fitrah dengan jenis makanan pokok manusia apa pun diperbolehkan, karena Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu seperti yang dijelaskan dalam Shahih Al-Bukhari berkata, "Kami mengeluarkannya pada masa Nabi shallallahu alaihi wa sallam satu sha' makanan dan makanan kami adalah korma, jelai, anggur kering (kismis), dan keju." (HR Al-Bukhari).

Dalam hadits itu tidak disebutkan gandum dan saya tidak tahu apakah gandum itu disebutkan dalam hadits shahih dan sharih tentang zakat ataukah tidak. Tetapi tidak diragukan lagi bahwa membayar zakat dengan gandum boleh hukumnya. Kemudian di dalam sebuah hadits Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kesia-siaan dan ucapan yang kotor serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin." (HR Bukhari).

Yang benar bahwa semua makanan pokok anak Adam boleh dikeluarkan sebagai zakat fitrah, walaupun bukan dari kelima jenis bahan pokok yagn disebutkan oleh para ulama tersebut, karena dari kelima bahan pokok itu –seperti yagn telah dipaparkan—hanya empat saja yang menjadi makanan manusia pada masa Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Dengan demikian boleh mengeluarkan zakat fitrah dengan beras bahkan menurut pendapat saya beras lebih baik dari yang lainnya pada masa kita sekarang; karena beras tidak terlalu membebani dan paling disukai manusia.

Tetapi bagaimanapun keadaan di satu tempat berbeda dengan keadaan di tempat lain; bisa jadi di satu tempat korma lebih mereka sukai, maka mereka boleh mengeluarkan zakat dengan korma, dan di tempat lain gandum lebih disukai, maka lebih baik mereka mengeluarkan zakat fitrah berupa gandum, begitu juga keju dan sebagainya. Yang lebih baik adalah mana yang lebih bermanfaat bagi suatu kaum, maka itulah yang dikeluarkan sebagai zakat fitrah.

Sumber: Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin, Fatawa Arkaanil Islam atau Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji, terj. Munirul Abidin, M.Ag. (Darul Falah 1426 H.), hlm. 457 – 459.