Sabtu, 05 Juni 2010

Etika Kepada Allah Swt.


Orang Muslim melihat dalam dirinya nikmat-nikmat Allah Ta'ala yang tidak bisa dikalkulasikan sejak ia masih berupa sperma di perut ibunya hingga ia menghadap Allah Ta'ala. Oleh karena itu, ia bersyukur kepada-Nya atas nikmat-nikmat tersebut dengan lisannya dengan memuji-Nya dan menyanjung-Nya, karena Dia berhak mendapatkan sanjungan dan ia bersyukur dengan anggota badannya dengan menggunakannya dalam ketaatan kepada-Nya. Ini etikanya terhadap Allah Ta‘ala, sebab tidak etis mengingkari nikmat, menentang keutamaan Pemberi nikmat, memungkiri Nya, memungkiri kebaikan-Nya, dan memungkiri nikmat-nikmat-Nya.

Allah SWT berfirman, "Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka dari Allah." (An Nahl: 53).

"Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak dapat menentukan jumlahnya." (An-Nahl: 18).

"Karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku niscaya Aku ingat kepada kalian, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari (nikmat)-Ku." (Al-Baqarah: 152).

Orang Muslim mengakui pengetahuan Allah Ta'ala kepadanya, dan penglihatan-Nya terhadap seluruh kondisinya, kemudian hatinya penuh dengan ketakutan kepada-Nya, dan ia mengagungkan-Nya. Ia malu bermaksiat kepada-Nya, menentang-Nya, dan tidak tidak taat kepada-Nya. Inilah etikanya terhadap Allah Ta'ala. Sebab, sangat tidak etis seorang hamba mempertontonkan kemaksiatannya kepada Tuhannya, atau mempersembahkan keburukan kepada-Nya, padahal Dia melihatnya dan menyaksikannya.

"Mengapa kalian tidak percaya akan kebesaran Allah? Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakn kalian dalam beberapa tingkatan kejadian." (Nuh: 13-14).

"Dan Allah mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang kalian lahirkan." (An-Nahl: 19).

"Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al-Qur'an dan kalian tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi kalian di waktu kalian melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit." (Yunus : 61)

Orang Muslim berpendapat bahwa Allah Mahakuasa atas dirinya dan memegang ubun-ubunnya. Ia tidak mempunyai tempat melarikan diri, atau tempat menyelamatkan diri, kecuali kepada-Nya. Kemudian ia lari menghadap kepada-Nya, menjatuhkan diri di depan-Nya, menyerahkan seluruh persoalannya kepada-Nya dan bertawakal kepada-Nya. Inilah etikanya terhadap Tuhan dan Penciptanya. Sebab, tidak etis lari kepada pihak yang tidak bisa memberikan perlindungan, bergantung kepada pihak yang tidak mempunyai kekuasaan, dan menyerahkan diri kepada pihak yang tidak mempunyai daya dan upaya.

"Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-alah yang memegang ubun-ubunnya." (Huud: 56).

"Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah, sesungguhnya aku pemberi peringatan yang nyata dari Allah untuk kalian." (Adz-Dzariyat: 50)

"Dan hanya kepada Allah hendaknya kalian bertawakkal, jika kalian benar-benar orang yang beriman." (Al-Maidah: 23).

Orang Muslim melihat kebaikan-kebaikan Allah Ta'ala dalam semua urusan-Nya, rahmat-Nya kepadanya, kepada semua makhluk-Nya, kemudian ia ingin mendapatkan tambahan rahmat-Nya, tunduk kepada-Nya dengan ketundukan dan doa yang ikhlas, bertawwasul kepada-Nya dengan perkataan yang baik dan amal perbuatan yang shahih. Inilah etikanya terhadap Allah Ta'ala, sebab, tidak etis merasa putus asa dari mendapatkan tambahan rahmat yang meliputi segala hak, putus asa dari kebaikan yang mencakup semua makhluk, dan putus asa dari kebaikan Yang Mengatur alam raya.

"Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu." (Al-Araaf: 156).

"Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya." (Asy-Syuura: 19)

"Dan jangan kalian berputus asa dari rahmat Allah." (Yusuf: 87).

"Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah." (Az-Zumar: 53).

Orang Muslim melihat kedahsyatan kekuatan Tuhannya, kekuatan pembalasan-Nya, dan kecepatan penghisaban-Nya, kemudian ia bertakwa dengan taat dan tidak bermaksiat kepada-Nya. Ini etikanya terhadap Allah Ta‘ala, sebab, tidak etis bagi orang-orang berakal, kalau hamba yang lemah dan tidak berdaya melakukan kemaksiatan kepada Tuhannya Yang Maha Perkasa, Mahakuasa, Mahakuat, dan Maha Menang.

"Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selama Dia." (Ar-Ra'd: 11).

"Sesungguhnya adzab Tuhanmu benar-benar keras." (Al-Buruj: 12).

"Dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan." (Ali Imran: 4).

Orang Muslim melihat kepada Allah Ta‘ala ketika ia bermaksiat dan tidak taat kepada-Nya. Ia merasa seolah-olah ancaman Allah Ta'ala telah mengenai dirinya, siksanya telah terjadi padanya, dan hukumannya telah turun padanya. Ia juga melihat kepada Allah Ta'ala ketika ia taat dan mengikuti syariat-Nya. Ia merasa seolah-olah Dia telah memberikan janji-Nya kepadanya, dan pakaian keridhaan telah dikenakan padanya. Kemudian ia berbaik sangka kepada-Nya, sebab, tidak etis seseorang berlaku buruk terhadap Allah Ta‘ala, kemudian ia bermaksiat dan tidak taat kepada-Nya, serta berpendapat bahwa Allah Ta‘ala tidak melihat dirinya, dan tidak menghukumnya atas pelanggarannya.

"Namun kalian mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kalian kerjakan. Dan yang demikian itu adalah prasangka kalian yang telah kalian sangka terhadap Tuhan kalian, prasangka itu membinasakan kalian, maka jadilah kalian termasuk orang-orang yang merugi." (Fushshilat: 22-23).

Juga tidak etis terhadap Allah Ta‘ala, kalau seseorang bertakwa kepada-Nya dan taat kepada-Nya, kemudian ia berprasangka bahwa Dia tidak mengganjarnya karena amal perbuatannya yang baik, tidak menerima ketaatan dan ibadahnya.

"Dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan." (An-Nuur: 52).

"Barangsiapa mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (An-Nahl: 97).

"Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)." (Al-An'am: 160)

Kesimpulannya, bahwa kesyukuran orang Muslim kepada Allah Ta‘ala atas nikmat-nikmat-Nya, rasa malunya kepada-Nya jika ia cenderung bermaksiat kepada-Nya, bertaubat dengan benar, bertawakkal kepada-Nya, mengharapkan rahmat-Nya, takut akan siksa-Nya, berbaik sangka bahwa Allah Ta'ala pasti menetapi janji-Nya, dan berbaik sangka bahwa Allah Ta‘ala pasti melaksanakan ancaman-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dan hamba-hamba-Nya adalah etika terhadap Allah Ta'ala. Semakin ia konsisten dengan etika tersebut dan menjaganya, derajatnya semakin tinggi, kedudukannya melangit, dan kemuliaannya agung hingga kemudian ia berhak mendapatkan perlindungan Allah Ta'ala, pemeliharaan-Nya, kucuran rahmat-Nya, dan sasaran nikmat-Nya.

Inilah puncak keinginan orang Muslim dan yang diidam-idamkan sepanjang hidupnya. Ya Allah, berilah kami perlindungan-Mu. Jangan haramkan kami atas pemeliharaan-Mu. Jadikan kami orang-orang bertakwa di sisi-Mu, ya Allah, wahai Tuhan alam semesta.

Kamis, 27 Mei 2010

Kisah wanita yang memakai kaki Palsu (dari kayu)


DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar
Monday, 30 March 2009

Pengantar

Ini sebuah kisah Bani Israil yang terjadi pada saat Bani Israil sibuk dengan penampilan palsu yang menyebabkan mereka celaka dan binasa. Ketaqwaan dan keshalihan pada diri mereka telah menipis. Kerusakan menumpuk dan kesibukan terhadap perkara-perkara remeh meningkat. Maka Allah menguasakan musuh mereka atas mereka. Musuh-musuh itu mengalahkan dan menghinakan mereka.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyampaikan kepada kita tentang sebuah bentuk kerusakan dan perhatian terhadap penampilan palsu yang ada di masyarakat Bani Israil. Seorang wanita bertubuh pendek memakai sepasang kaki palsu dari kayu untuk memanjangkan tubuhnya. Dia membuat cincin khusus yang bisa menyimpan minyak wangi di dalamnya agar bisa membangkitkan nafsu kaum laki-laki dengan aromanya manakala dia melewati mereka.
Teks Hadis

Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Said Al-Khudri dari Nabi bersabda, "Ada seorang wanita bertubuh pendek di lingkungan Bani Israil. Dia berjalan di antara dua wanita bertubuh tinggi, maka wanita itu mengambil sepasang kaki palsu dari kayu dan sebuah cincin berongga yang bertutup untuk diisi dengan minyak wangi miski yang merupakan minyak wangi kesturi. Lalu dia berjalan di antara dua wanita yang bertubuh tinggi dan orang-orang tidak mengenalinya. Dia mengibaskan tangannya begini." Dan Syu'bah mengibaskan tangannya.

Dalam riwayat Ahmad, "Jika dia melewati sebuah majlis, maka dia menggerakkan cincinnya hingga aromanya semerbak."

Ibnu Khuzaimah meriwayatkan dalam Kitab Tauhid dari Abu Said atau Jabir bahwa Nabi berkhutbah dengan khutbah yang panjang. Beliau menyinggung urusan dunia dan akhirat. Beliau mengatakan bahwa kebinasaan Bani Israil pertama kali adalah bahwa seorang istri orang miskin memaksakan diri berpakaian atau bermodel, atau beliau bersabda seperti istri orang kaya. Nabi menyebutkan seorang wanita bertubuh pendek yang memakai sepasang kaki palsu dari kayu dan sebuah cincin yang berongga dan bertutup yang diisi oleh minyak wangi miski. Dia berjalan di antara dua orang wanita yang panjang atau tinggi. Lalu orang-orang mengutus seseorang untuk meneliti, maka dia mengenali dua orang wanita yang bertubuh tinggi dan tidak mengenal wanita yang berkaki palsu dari kayu
Takhrij Hadis

Diriwayatkan oleh Muslim dalam Kitab Alfadz Minal Adab wa Ghairiha, bab menggunakan minyak wangi miski, 4/1765, no. 2252. Hadis ini adalah Syarah Shahih Muslim An-Nawawi, 15/410.

Diriwayatkan oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani dalam Silsilah Ahadis Shahihah (2/140). Dan beliau menisbatkannya kepada Ahmad dalam Musnad (3/46).
Penjelasan Hadis

Rasulullah menyebutkan kisah ini dalam sebuah khutbah. Beliau menasehati sahabat-sahabatnya, memperingatkan mereka dari fitnah dunia, mendorong kepada perkara akhirat, dan meminta mereka agar tidak terjerumus kepada perkara di mana Bani Israil telah terjerumus ke dalamnya sebelum mereka. Nabi menjelaskan kepada kita bagaimana awal kerusakan yang menyeret mereka kepada kebinasaan. Orang-orang kaya membelanjakan harta dalam jumlah yang besar demi penampilan, pakaian, perhiasaan, makanan, dan lain sebagainya, juga dalam urusan biaya pernikahan yang mereka perlombakan. Orang-orang miskin meniru gaya orang-orang kaya. Istri orang miskin memaksa suaminya membeli pakaian dan perhiasan seperti yang dibeli oleh orang kaya untuk istrinya.

Kita mengetahui sejauh mana akibat yang menimpa masyarakat karena sikap yang demikian. Seroang suami miskin memikul beban berat yang dia tidak kuasa memikulnya, yang menjadikannya bekerja siang malam demi menjamin ambisi istri. Bisa saja dia tidak mampu melakukannya, maka dia menjual rumahnya atau tanahnya yang menjadi sumber penghasilannya. Hal itu bisa mendorongnya untuk berhutang atau menahan malu akibat meminta-minta. Bisa jadi dia berhutang dengan riba. Hutangnya menumpuk, maka dia tidak mampu melunasinya. Dan masih banyak lagi musibah yang kita saksikan di masyarakat saat ini.

Jika penyakit ini telah menyebar di masyarakat, maka kaum laki-laki dan wanita sibuk mencari bentuk-bentuk penampilan palsu yang menyedot biaya besar dan waktu yang tidak sedikit. Tidak perlu contoh panjang lebar dalam bidang ini. Kehidupan hari ini telah diramaikan oleh banyaknya model dan penampilan pakaian yang bermacam-macam banyaknya yang menarik perhatian. Begitu pula dalam urusan model rambut dan perhiasan.

Di antara hal tersebut adalah apa yang disinggung oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tentang seorang wanita bertubuh pendek yang begitu menghinakan dirinya sendiri. Ketika dia berjalan di antara dua orang wanita bertubuh jangkung, dia merasa bertambah buruk. Maka dia menemukan cara yang membuatnya kelihatan tinggi, yaitu dengan memakai sepasang kaki palsu dari kayu. Dia juga membuat cincin berongga dan bertutup yang diisi dengan miyak wangi. Dia berjalan di antara wanita jangkung, sehingga dia tidak dikenali. Dia berjalan di perkumpulan kaum laki-laki dia membuka cincinnya dan mengibaskannya, maka aroma harum dari cincin itu menyebar. Wanita ini berhasil menyamar dengan baik, sehingga orang-orang yang memata-matainya tidak dapat mengenalinya.

Yang jelas wanita ini harus bekerja ekstra keras supaya terlihat tinggi. Padahal sebenarnya yang wajib atasnya adalah hendaknya dia rela terhadap ketetapan Allah. Semestinya dia menyadari bahwa Allah tidak melihat kepada penampilan dan kulit manusia, akan tetapi melihat kepada hati dan amal perbuatannya. Berapa banyak orang yang pendek yang menjadi besar di mata manusia dengan amal mereka, karena mereka memiliki perilaku dan sifat mulia. Karena ilmu yang mereka peroleh dan amal perbuatan yang mereka hasilkan dengan baik.

Cara-cara para wanita untuk menyembunyikan kekurangannya semakin maju saja. Rambut palsu atau alami bisa menutup kebotakan dengan rambut indah dan menutup rambut yang jelek. Ada alat kecantikan buatan dan warna-warna yang bisa mengubah tabiat wajah, ditambah pakaian yang menonjolkan sesuatu yang semestinya disembunyikan dan menutup kekurangan dengan cara-cara indah yang bisa dipelajari.

Kita telah terjerumus ke dalam apa yang telah diperingatkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan kita berjalan di jalan yang telah dilalui oleh umat yang binasa sebelum kita. Oleh karena itu, apa yang menimpa mereka juga akan menimpa kita.

Pelajaran-Pelajaran dan Faedah-Faedah Hadis

1. Di antara bentuk nasihat yang menggugah adalah menceritakan berita dan ksiah orang terdahulu sebagai perintah agar tidak melakukan apa yang mereka lakukan, sebagaimana dalam hadis ini Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memperingatkan kita agar tidak berjalan di atas rel Bani Israil.
2. Perhatian besar wanita sejak dulu sampai sekarang adalah berpenampilan palsu yang menimpa, seperti wanita yang memakai sepasang kaki palsu agar kelihatan panjang.
3. Sejauh mana usaha wanita untuk menarik perhatian kaum laki-laki dan menggoda mereka, seperti yang dilakukan oleh wanita ini, dan kaum laki-laki tergoda oleh hal itu. Siapa yang dilewati oleh wanita ini mengirim orang untuk mengenal siapa dia.
4. Sejak dahulu manusia mampu berkarya. Orang yang bisa membuat sepasang kaki dari kayu untuk wanita itu agar bisa berjalan di atasnya tanpa terjatuh adalah prakarya yang spektakuler.
5. Minyak kesturi aldah minyak wangi terbaik, seperti yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Sumber: diadaptasi dari DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar, Shahih Qashashin Nabawi, atau Ensklopedia Kisah Shahih Sepanjang Masa terj. Izzudin Karimi, Lc. (Pustaka Yassir, 2008), hlm. 394 --396.

Selasa, 18 Mei 2010

Beriman kepada Qadha' dan Qadar

Abu Bakr Jabir al-Jazairi


Qadha' adalah keputusan Allah Ta'ala sejak zaman azali tentang ada dan tidaknya sesuatu. Sedang, takdir adalah penciptaan Allah Ta'ala terhadap sesuatu dengan cara tertentu dan di waktu tertentu.
Orang Muslim beriman kepada qadha' dan takdir Allah Ta'ala, hikmah-Nya, dan kehendak-Nya. Dia yakin bahwa tidak ada satu pun perbuatan sukarela manusia tanpa pengetahuan Allah Ta'ala dan takdir-Nya, Mahabijaksana dalam semua pengaturan-Nya dan tindakan-Nya, bahwa hikmah-Nya itu mengikuti kehendak-Nya. Apa yang Dia kehendaki pasti terjadi dan apa yang tidak Dia kehendaki mustahil terjadi dan bahwa tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Ta'ala. Orang Muslim meyakini itu semua karena dalil-dalil wahyu, dan dalil-dalil akal.

Dalil-Dalil Wahyu

1. Penjelasan Allah Ta'ala tentang qadha' dan takdir-Nya dalam fiman-firman-Nya, seperti dalam firman-firman-Nya berikut ini.
* "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir)." (Al-Qamar: 49).
* "Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya dan Kami tidak menurunkannya melaikan dengan ukuran (takdir) yang tertentu." (Al-Hijr: 21).
* "Tidak ada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada diri kalian melaikan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah." (Al-Hadid: 22).
* "Tidak ada sesutu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah." (At-Taghabun: 11).
* "Dan tiap-tiap manusia telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya." (Al-Isra': 13).
* "Katakanlah, sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal." (At-Taubah: 51).
* "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tidak ada sehelai daun pun yang gugur melaikan Dia mengetahuinya, dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (Al-An'am: 59).
* "Dan kalian tidak akan dapat menghendaki kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam." (At-Takwir: 29).
* "Sesungguhnya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka." (Al-Anbiya': 101).
* "Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkata kamu memasuki kebunmu, 'Sungguh, atas kehendak Allah semua ini terwujud, tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah'." (Al-Kahfi: 39).
* "Dan kami sekali-kali tidak akan mendapatkan petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk." (Al-A'raaf: 43).
2. Penjelasan Rasulullah saw.tentang hal tersebut dalam sabda-sabdanya, seperti sabda-sabdanya berikut ini.
* "Sesungguhnya penciptaan salah seorang dari kalian dikumpulkan dalam perut ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk nuthfah (sperma), kemudian berubah menjadi ‘alaqah (segumpal darah) selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi mudghah (sepotong daging) selama empat puluh hari, kemudian malaikat dikirim kepadanya kemudian malaikat meniupkan ruh padanya, dan malaikat tersebut diperintahkan empat hal: menuliskan rizkinya, menuliskan ajalnya, menuliskan amal perbuatannya, dan menuliskan apakah ia celaka, atau bahagia. Demi Dzat yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, sesungguhnya salah seorang dari kalian pasti mengerjakan amal perbuatan penghuni surga, hingga ketika jaraknya dengan surga cuma satu lengan, tiba-tiba ketetapan berlaku padanya kemudian ia mengerjakan amal perbuatan penghuni neraka, dan ia pun masuk neraka. Sesungguhnya salah seorang dari kalian pasti mengerjakan amal perbuatan penghuni neraka, hingga ketika jaraknya dengan neraka cuma satu lengan, tiba-tiba ketetapan berlaku padanya kemudian ia mengerjakan amal perbuatan penghuni surga, dan ia masuk surga." (Diriwayatkan Muslim).
* Sabda Rasulullah saw. kepada Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu, "Hai anak muda, aku ajarkan beberapa kalimat kepadamu: Jagalah Allah (hukum-hukum-Nya) niscaya Allah menjagamu. Jagalah Allah niscaya Allah berpihak kepadamu. Jika engkau meminta pertolongan maka mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah bahwa jika umat bersatu untuk memberi manfaat kepadamu, maka mereka tidak bisa memberi manfaat kepadamu dengan sesuatu apa pun, kecuali sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu. Jika mereka bersatu untuk memberikan madharat kepadamu, maka mereka tidak dapat memberi madharat kepadamu dengan sesuatu apa pun, kecuali sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering." (Diriwayatkan At-Tarmidzi dan ia men-shahih-kannya).
* "Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan Allah Ta'ala ialah pena, kemudian Allah berfirman kepadanya, ‘Tulislah.' Pena berkata, 'Tuhanku, apa yang harus saya tulis?' Allah berfirman, ‘Tulislah takaran (takdir) segala sesuatu hingga hari kiamat." (Diriwayatkan Ahmad dan At-Tarmidzi dari Ubadah. Hadits ini hasan).
* "Musa dan Adam berdebat. Musa berkata, "Hai Adam, engkau ayah kita. Engkau telah merugikan kita dan mengeluarkan kita dari surga. Adam berkata. 'Engkau Musa, telah dipilih Allah untuk berbicara dengan-Nya dan Allah menulis Taurat untukmu dengan Tangan-Nya, apakah engkau mencelaku karena sesuatu yang telah ditentukan (ditakdirkan) Allah untukku empat puluh tahun sebelum Dia menciptakanku?' Adam pun mengalahkan Musa." (Diriwayatkan Muslim).
* Sabda Rasulullah saw. ketika mendefinisikan iman, "Hendaknya engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir, baik buruknya." (Diriwayatkan Muslim).
* "Berbuatlah kalian, karena semua orang dipermudah kepada apa yang diciptakan untuknya." (Diriwayatkan Muslim).
* "Sesungguhnya nadzar itu tidak menolak qadha'." (Diriwayatkan Jama'ah. Hadits ini shahih).
* Sabda Rasulullah saw. kepada Abdullah bin Qais, "Hai Abdullah bin Qais, maukah engkau aku ajari salah satu kalimat dari khazanah surga? Yaitu ucapan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah (laa hawla walaa quwwata illa billah)." (Muttafaq Alaih).
* Rasulullah saw. bersabda kepada orang yang berkata, "Apa yang dikehendaki Allah dan engkau kehendaki" (maa syaa-allah wa syi'ta), "Katakan: 'Apa yang dikehendaki Allah saja' (maa syaa-allahu wahdah)." (Diriwayatkan An-Nasai yang men-shahih-kannya).
3. Keimanan miliaran ulama-ulama, orang-orang bijak, dan orang-orang shalih dari umat Muhammad saw., dan umat selain umat Muhammad kepada qadha' Allah Ta'ala, takdir-Nya, Hikmah-Nya, Kehendak-Nya. Bahwa segala sesuatu itu telah diketahui sebelumnya, bahwa segala sesuatu sebelumnya telah ditakdirkan, bahwa tidak terjadi pada kekuasaan-Nya kecuali apa yang Dia inginkan, bahwa apa yang Dia kehendaki pasti terjadi, dan yang tidak Dia kehendaki pasti tidak akan terjadi, dan bahwa pena telah menulis takdir segala sesuatu hingga hari kiamat.

Dalil-Dalil Akal

1. Sesungguhnya akal sedikit pun tidak memustahilkan adanya qadha' Allah, takdir-Nya, kehendak-Nya, hikmah-Nya, keinginan-Nya, dan pengaturan-Nya. Bahkan, akal mewajibkannya karena itu semua terlihat pada alam semesta ini.
2. Beriman kepada Allah, dan kepada kemampuan-Nya menghendaki beriman kepada qadha', takdir, hikmah, dan kehendak-Nya.
3. Jika seorang arsitektur membuat desain salah satu istana, dan menentukan masa realisasinya, kemudian ia membangunnya. Maka, pada saat yang telah direncanakan, istana tersebut dari desain berubah menjadi istana yang sesungguhnya persis seperti yang terlihat dalam desain tanpa mengalami sedikitpun pengurangan atau penambahan. Maka, bagaimana Allah Ta'ala tidak dipercayai tidak menentukan takdir dunia hingga hari kiamat? Kemudian, karena kesempurnaan kemampuan-Nya, dan ilmu-Nya, apa yang telah ditentukan Allah tersebut keluar persis seperti yang telah Dia tentukan takarannya, caranya, waktunya, dan tempatnya. Ini disertai dengan kenyataan, bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Sumber: Diadaptasi dari Abu Bakr Jabir al-Jazairi, Minhaajul Muslim, atau Ensiklopedi Muslim: Minhajul Muslim, terj. Fadhli Bahri (Darul Falah, 2002), hlm. 60-65.

Senin, 17 Mei 2010

RENUNGAN DOA SEORANG ANAK DESA


.

Dulu ketika usiaku 8 Tahun, aku masih ingat dengan segar dan detail tentang sulitnya kehidupan pada saat itu. Tiada hari tanpa perut lapar dan di saat lapar membelit perut aku terduduk di emperan rumah tua kami, tanpa sadar aku menengok ke atas, Adakah Tuhan di sana? Yang terlihat hanya sebuah bintang yang kelap-kelip, lalu aku berbicara padanya : ‘ Ya Tuhan..Akan adakah hari esok yang baik buat kami, lihatlah kami…berjuang hidup dengan perut yang selalu lapar..lihatlah semua saudaraku yang resah gulana..
Sepertinya Doa ku di kabulkan Nya. Aku berpindah ke negeri seberang….perutku terobati dan kenyang walau makan se adanya…tapi aku rindu dengan saudara-saudaraku.. hidup ke sepian…dingin dan pikiran pilu menjemput setiap gelap merayap datang. Piluu.. sehingga ke relung hati terasa ngilu…hampa.. rindu kasih sayang orang tuaku. Ketika subuh datang, ku hampiri Rumah Tuhan dan berkata ; Ya Rab ku…Kalau sekarang Perutku Kenyang.. Tapi hatiku teriris pilu …miris laksana terbuang…Apakah ada ketika Perutku kenyang dan hatiku merasa lapang di kemudian hari.. Ya Rab yang maha penakluk dan Maha melindungi..
Ketika beranjak dewasa dengan beberapa putra…Hidupkupun masih terasa sempit dan persoalan hidup yang terus membelit..Rasanya ingin ku syukuri apa pun adanya dari Rab ku yang maha Kuasa. Kembali aku tertengadah ke langit… Ya Rab ku..adakah pertolongan Mu kepada hambamu yang dina ini?? Ampunilah Dosaku..Ya Rab ku, ku mohon berikan yang terbaik.
Hidup berderajat bak sekejab… terlempar ke negeri yang tak bertuan, jauh utara dan selatan, hidup tak berharga terjerembab dengan cap manusia di jidat yang sulit untuk dapat kembali apa adanya.. Hidup laparrrrrrr., Hidup…hati teririsss..piluuu…maluuuuu tak berharga… Kembali Ku tatap awan yang mulai menghujan rintik.. Ya Rab ku…Kenapa engkau timpakan tsunami ke pada kehidupanku? Ya Rab..ku apakah ini bentuk kasih sayang Engkau kepadaku?.....Ya Rab ku….Berilah pertolonganmu.. lindungi aku dari lidah tak bertulang dan tutupilah maluku….lindungilah aku dari orang yang mengejarku..,,,,Ya Rab ku, aku bersiap dan berserah diri Bila Engkau berkenan mencabut nyawaku…Sesungguhnya Engkaulah yang maha tahu…Tidak dapat satupun daya upaya melainkan atas izin Engkau Ya Rabb..ku, Selamatkanlah kehidupan ku untuk kebaikan dunia dan akherat. Sekiranya Doa ku belum terkabulkan, Hanya kepada Engkaulah aku meminta dan menyembah dan hanya kepada Engkaulah..Akhirnya kami di kembalikan.. Akhirilah hidupku dengan banyak kebaikan yang dapat ku bawa serta dan habisilah kekuranganku selama di dunia…Robana Zalamna Anfusana Wainlam takfirlana watarhamna lanaa kunanna minal koshiriin.

Sabtu, 15 Mei 2010

Kepada Nya Aku Berlindung


Ku arungi dunia yang gegap gempita ini dengan berbagai jenis kehidupan ; Berawal dari seorang anak yatim yang hidup dinegeri seberang lautan, hari-hari penuh ketakutan dan kecanggungan, suara tak pernah terdengar serta sepi yang melilit kalbu kerinduan pelukan orang tua dan kasih sayang mereka yang tulus.

Ketika beranjak remaja, berbagai cobaan masih melilit, dunia terasa sulit di taklukan gegap gempita perang bathin dan lahir senantiasa membahana, menekan jiwa dan aliran darah muda, Aku mulai berpikir apakah hidup harus seperti ini jelas jauh dari sempurna seperti yang terlihat dan tersandang para teman dan sahabat.

Ketika lajang tercerabut, di ijab kabulkan, berharap dunia semakin berbunga dengan bintang dilangit diselingi cahaya rembulan. Namun semua terasa redup, dunia menghukum jiwa ini untuk terkurung dan terjerembab ke dunia yang hitam dan gelap, tiada lagi terdengan suara Azan di kalbu ini, suara hati hanya menirukan pantulan amarah alam fana.

Ketika kegelapan demi kegelapan semakin kelam, dunia menghitam tanpa rona awan terang dan cahaya Illahi ; gemerlap dunia membakar jiwa dan sorak gembira para penjilat dan penikmat dunia memuji. Namun roda hidup masih tidak bundar, gelombang jalan dan riak dunia mengguncang, hingga Aku tercerabut dan terlempar ke tempat yang sangat ku takuti ; tempat kegelepan yang senantiasa terdengar Gelombang Laut tsunami yang maha hebat. Duniaku telah runtuh, cemooh, makian dan hujatan. Dan Cap yang sengaja di tancapkan di keningku hingga hidup ini semakin tak berharapan.

Duniaku pekat dengan hukuman Illahi, namun manusiapun tak ketinggalan menghakimi, aku hanya berharap semoga Cahaya Illahi kembali dan menutupi Cap dikeningku yang sepertinya di tancapkan setiap kali tersempat. Aku berharap ; Duniaku di akherat tidak seperti apa yang ku alami di Dunia, serasa aku ingin sekali menghadap ke haribaan Illahi, meninggalkan semua kegelapan dunia setelah semua terbayarkan kewajiban dunia.

Aku hanya mengingat ; Semua yang di anggap baik oleh manusia, belum tentu Baik di sisi Allah dan Semua yang di anggap manusia itu jelek, Belum tentu jelek di haribaan Allah. Maha Suci Allah dengan segala Firman Nya. Hasbunnallah Wa Nikmal Wakiill

Selasa, 11 Mei 2010

Subhnallah! Bayi Berumur Empat hari Kandung Tiga Janin


Monday, 10 May 2010

Sebuah tim medis Yordania di Royal Medical Services, di kota Raja Hussein Medical City berhasil mengeluarkan 3 janin laki-laki dari perut bayi yang baru berusia empat hari melalui sebuah operasi yang jarang terjadi.

Konsultan Bedah Anak dan Bedah Urologi dan Transplantasi Yordania, Najih Umari, yang melakukan operasi dengan tim medis bedah anak dan perawatan anestesi, menganggap operasi tersebut jarang dan kompleks.

Umari berkata: "Salah satu janin telah sempurna pertumbuhannya, dan yang kedua hampir selesai dan yang ketiga dalam tahap perkembangan serta pertumbuhan, dan ketiga janin tersebut bersekutu dalam arteri dan vena di dalam rahim ibu."

Dia menambahkan: "Bayi tersebut berarti terus mengasuh tiga bersaudara dalam perutnya selama perjalanan dalam kehamilan ibunya sampai hari keempat kelahirannya, yaitu tanggal operasi dilakukan dimana kedua orang tuanya dipenuhi rasa ketidakpastian dan kecemasan."

Pemantauan situasi janin sampai tahap kelahiran:

Sumber Kedokteran mengatakan bahwa tim medis telah memonitor kondisinya sampai kelahiran, dari pemonitoran itu menunjukkan bahwa pemeriksaan jaringan menetapkan, janin dalam perut bayi tersebut adalah tiga laki-laki.

Penasihat Bedah Anak dan Bedah Urologi dan Transplantasi menegaskan bahwa keadaan ibu hamil itu normal dan tidak mengkonsumsi obat-obatan yang tidak diizinkan selama kehamilan.

Menurut surat kabar, "Hari Ketujuh", Umari mengatakan:" adanya janin dalam janin bisa terjadi di tingkat dunia, tetapi yang menarik bahwa ada 3 janin lebih lanjut dalam perut Janin, dan situasi ini tidak pernah tercatat oleh referensi medis internasional berdasarkan informasi yang ada dengan metode penelitian modern. "

Kesimpulannya, dokter Yordania tersebut mengatakan: "Penyebab dari kondisi yang jarang terjadi ini disebabkan oleh cacat pada tahap awal pembuahan yang menyebabkan tumpang tindih tiga janin di dalam janin bayi bukan keberadaan empat janin dalam rahim ibunya." (Ism/Vis/Fani)