Abu Bakr Jabir al-Jazairi
Qadha' adalah keputusan Allah Ta'ala sejak zaman azali tentang ada dan tidaknya sesuatu. Sedang, takdir adalah penciptaan Allah Ta'ala terhadap sesuatu dengan cara tertentu dan di waktu tertentu.
Orang Muslim beriman kepada qadha' dan takdir Allah Ta'ala, hikmah-Nya, dan kehendak-Nya. Dia yakin bahwa tidak ada satu pun perbuatan sukarela manusia tanpa pengetahuan Allah Ta'ala dan takdir-Nya, Mahabijaksana dalam semua pengaturan-Nya dan tindakan-Nya, bahwa hikmah-Nya itu mengikuti kehendak-Nya. Apa yang Dia kehendaki pasti terjadi dan apa yang tidak Dia kehendaki mustahil terjadi dan bahwa tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Ta'ala. Orang Muslim meyakini itu semua karena dalil-dalil wahyu, dan dalil-dalil akal.
Dalil-Dalil Wahyu
1. Penjelasan Allah Ta'ala tentang qadha' dan takdir-Nya dalam fiman-firman-Nya, seperti dalam firman-firman-Nya berikut ini.
* "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir)." (Al-Qamar: 49).
* "Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya dan Kami tidak menurunkannya melaikan dengan ukuran (takdir) yang tertentu." (Al-Hijr: 21).
* "Tidak ada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada diri kalian melaikan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah." (Al-Hadid: 22).
* "Tidak ada sesutu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah." (At-Taghabun: 11).
* "Dan tiap-tiap manusia telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya." (Al-Isra': 13).
* "Katakanlah, sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal." (At-Taubah: 51).
* "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tidak ada sehelai daun pun yang gugur melaikan Dia mengetahuinya, dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (Al-An'am: 59).
* "Dan kalian tidak akan dapat menghendaki kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam." (At-Takwir: 29).
* "Sesungguhnya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka." (Al-Anbiya': 101).
* "Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkata kamu memasuki kebunmu, 'Sungguh, atas kehendak Allah semua ini terwujud, tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah'." (Al-Kahfi: 39).
* "Dan kami sekali-kali tidak akan mendapatkan petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk." (Al-A'raaf: 43).
2. Penjelasan Rasulullah saw.tentang hal tersebut dalam sabda-sabdanya, seperti sabda-sabdanya berikut ini.
* "Sesungguhnya penciptaan salah seorang dari kalian dikumpulkan dalam perut ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk nuthfah (sperma), kemudian berubah menjadi ‘alaqah (segumpal darah) selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi mudghah (sepotong daging) selama empat puluh hari, kemudian malaikat dikirim kepadanya kemudian malaikat meniupkan ruh padanya, dan malaikat tersebut diperintahkan empat hal: menuliskan rizkinya, menuliskan ajalnya, menuliskan amal perbuatannya, dan menuliskan apakah ia celaka, atau bahagia. Demi Dzat yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, sesungguhnya salah seorang dari kalian pasti mengerjakan amal perbuatan penghuni surga, hingga ketika jaraknya dengan surga cuma satu lengan, tiba-tiba ketetapan berlaku padanya kemudian ia mengerjakan amal perbuatan penghuni neraka, dan ia pun masuk neraka. Sesungguhnya salah seorang dari kalian pasti mengerjakan amal perbuatan penghuni neraka, hingga ketika jaraknya dengan neraka cuma satu lengan, tiba-tiba ketetapan berlaku padanya kemudian ia mengerjakan amal perbuatan penghuni surga, dan ia masuk surga." (Diriwayatkan Muslim).
* Sabda Rasulullah saw. kepada Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu, "Hai anak muda, aku ajarkan beberapa kalimat kepadamu: Jagalah Allah (hukum-hukum-Nya) niscaya Allah menjagamu. Jagalah Allah niscaya Allah berpihak kepadamu. Jika engkau meminta pertolongan maka mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah bahwa jika umat bersatu untuk memberi manfaat kepadamu, maka mereka tidak bisa memberi manfaat kepadamu dengan sesuatu apa pun, kecuali sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu. Jika mereka bersatu untuk memberikan madharat kepadamu, maka mereka tidak dapat memberi madharat kepadamu dengan sesuatu apa pun, kecuali sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering." (Diriwayatkan At-Tarmidzi dan ia men-shahih-kannya).
* "Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan Allah Ta'ala ialah pena, kemudian Allah berfirman kepadanya, ‘Tulislah.' Pena berkata, 'Tuhanku, apa yang harus saya tulis?' Allah berfirman, ‘Tulislah takaran (takdir) segala sesuatu hingga hari kiamat." (Diriwayatkan Ahmad dan At-Tarmidzi dari Ubadah. Hadits ini hasan).
* "Musa dan Adam berdebat. Musa berkata, "Hai Adam, engkau ayah kita. Engkau telah merugikan kita dan mengeluarkan kita dari surga. Adam berkata. 'Engkau Musa, telah dipilih Allah untuk berbicara dengan-Nya dan Allah menulis Taurat untukmu dengan Tangan-Nya, apakah engkau mencelaku karena sesuatu yang telah ditentukan (ditakdirkan) Allah untukku empat puluh tahun sebelum Dia menciptakanku?' Adam pun mengalahkan Musa." (Diriwayatkan Muslim).
* Sabda Rasulullah saw. ketika mendefinisikan iman, "Hendaknya engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir, baik buruknya." (Diriwayatkan Muslim).
* "Berbuatlah kalian, karena semua orang dipermudah kepada apa yang diciptakan untuknya." (Diriwayatkan Muslim).
* "Sesungguhnya nadzar itu tidak menolak qadha'." (Diriwayatkan Jama'ah. Hadits ini shahih).
* Sabda Rasulullah saw. kepada Abdullah bin Qais, "Hai Abdullah bin Qais, maukah engkau aku ajari salah satu kalimat dari khazanah surga? Yaitu ucapan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah (laa hawla walaa quwwata illa billah)." (Muttafaq Alaih).
* Rasulullah saw. bersabda kepada orang yang berkata, "Apa yang dikehendaki Allah dan engkau kehendaki" (maa syaa-allah wa syi'ta), "Katakan: 'Apa yang dikehendaki Allah saja' (maa syaa-allahu wahdah)." (Diriwayatkan An-Nasai yang men-shahih-kannya).
3. Keimanan miliaran ulama-ulama, orang-orang bijak, dan orang-orang shalih dari umat Muhammad saw., dan umat selain umat Muhammad kepada qadha' Allah Ta'ala, takdir-Nya, Hikmah-Nya, Kehendak-Nya. Bahwa segala sesuatu itu telah diketahui sebelumnya, bahwa segala sesuatu sebelumnya telah ditakdirkan, bahwa tidak terjadi pada kekuasaan-Nya kecuali apa yang Dia inginkan, bahwa apa yang Dia kehendaki pasti terjadi, dan yang tidak Dia kehendaki pasti tidak akan terjadi, dan bahwa pena telah menulis takdir segala sesuatu hingga hari kiamat.
Dalil-Dalil Akal
1. Sesungguhnya akal sedikit pun tidak memustahilkan adanya qadha' Allah, takdir-Nya, kehendak-Nya, hikmah-Nya, keinginan-Nya, dan pengaturan-Nya. Bahkan, akal mewajibkannya karena itu semua terlihat pada alam semesta ini.
2. Beriman kepada Allah, dan kepada kemampuan-Nya menghendaki beriman kepada qadha', takdir, hikmah, dan kehendak-Nya.
3. Jika seorang arsitektur membuat desain salah satu istana, dan menentukan masa realisasinya, kemudian ia membangunnya. Maka, pada saat yang telah direncanakan, istana tersebut dari desain berubah menjadi istana yang sesungguhnya persis seperti yang terlihat dalam desain tanpa mengalami sedikitpun pengurangan atau penambahan. Maka, bagaimana Allah Ta'ala tidak dipercayai tidak menentukan takdir dunia hingga hari kiamat? Kemudian, karena kesempurnaan kemampuan-Nya, dan ilmu-Nya, apa yang telah ditentukan Allah tersebut keluar persis seperti yang telah Dia tentukan takarannya, caranya, waktunya, dan tempatnya. Ini disertai dengan kenyataan, bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Sumber: Diadaptasi dari Abu Bakr Jabir al-Jazairi, Minhaajul Muslim, atau Ensiklopedi Muslim: Minhajul Muslim, terj. Fadhli Bahri (Darul Falah, 2002), hlm. 60-65.
Selasa, 18 Mei 2010
Senin, 17 Mei 2010
RENUNGAN DOA SEORANG ANAK DESA

.
Dulu ketika usiaku 8 Tahun, aku masih ingat dengan segar dan detail tentang sulitnya kehidupan pada saat itu. Tiada hari tanpa perut lapar dan di saat lapar membelit perut aku terduduk di emperan rumah tua kami, tanpa sadar aku menengok ke atas, Adakah Tuhan di sana? Yang terlihat hanya sebuah bintang yang kelap-kelip, lalu aku berbicara padanya : ‘ Ya Tuhan..Akan adakah hari esok yang baik buat kami, lihatlah kami…berjuang hidup dengan perut yang selalu lapar..lihatlah semua saudaraku yang resah gulana..
Sepertinya Doa ku di kabulkan Nya. Aku berpindah ke negeri seberang….perutku terobati dan kenyang walau makan se adanya…tapi aku rindu dengan saudara-saudaraku.. hidup ke sepian…dingin dan pikiran pilu menjemput setiap gelap merayap datang. Piluu.. sehingga ke relung hati terasa ngilu…hampa.. rindu kasih sayang orang tuaku. Ketika subuh datang, ku hampiri Rumah Tuhan dan berkata ; Ya Rab ku…Kalau sekarang Perutku Kenyang.. Tapi hatiku teriris pilu …miris laksana terbuang…Apakah ada ketika Perutku kenyang dan hatiku merasa lapang di kemudian hari.. Ya Rab yang maha penakluk dan Maha melindungi..
Ketika beranjak dewasa dengan beberapa putra…Hidupkupun masih terasa sempit dan persoalan hidup yang terus membelit..Rasanya ingin ku syukuri apa pun adanya dari Rab ku yang maha Kuasa. Kembali aku tertengadah ke langit… Ya Rab ku..adakah pertolongan Mu kepada hambamu yang dina ini?? Ampunilah Dosaku..Ya Rab ku, ku mohon berikan yang terbaik.
Hidup berderajat bak sekejab… terlempar ke negeri yang tak bertuan, jauh utara dan selatan, hidup tak berharga terjerembab dengan cap manusia di jidat yang sulit untuk dapat kembali apa adanya.. Hidup laparrrrrrr., Hidup…hati teririsss..piluuu…maluuuuu tak berharga… Kembali Ku tatap awan yang mulai menghujan rintik.. Ya Rab ku…Kenapa engkau timpakan tsunami ke pada kehidupanku? Ya Rab..ku apakah ini bentuk kasih sayang Engkau kepadaku?.....Ya Rab ku….Berilah pertolonganmu.. lindungi aku dari lidah tak bertulang dan tutupilah maluku….lindungilah aku dari orang yang mengejarku..,,,,Ya Rab ku, aku bersiap dan berserah diri Bila Engkau berkenan mencabut nyawaku…Sesungguhnya Engkaulah yang maha tahu…Tidak dapat satupun daya upaya melainkan atas izin Engkau Ya Rabb..ku, Selamatkanlah kehidupan ku untuk kebaikan dunia dan akherat. Sekiranya Doa ku belum terkabulkan, Hanya kepada Engkaulah aku meminta dan menyembah dan hanya kepada Engkaulah..Akhirnya kami di kembalikan.. Akhirilah hidupku dengan banyak kebaikan yang dapat ku bawa serta dan habisilah kekuranganku selama di dunia…Robana Zalamna Anfusana Wainlam takfirlana watarhamna lanaa kunanna minal koshiriin.
Sabtu, 15 Mei 2010
Kepada Nya Aku Berlindung

Ku arungi dunia yang gegap gempita ini dengan berbagai jenis kehidupan ; Berawal dari seorang anak yatim yang hidup dinegeri seberang lautan, hari-hari penuh ketakutan dan kecanggungan, suara tak pernah terdengar serta sepi yang melilit kalbu kerinduan pelukan orang tua dan kasih sayang mereka yang tulus.
Ketika beranjak remaja, berbagai cobaan masih melilit, dunia terasa sulit di taklukan gegap gempita perang bathin dan lahir senantiasa membahana, menekan jiwa dan aliran darah muda, Aku mulai berpikir apakah hidup harus seperti ini jelas jauh dari sempurna seperti yang terlihat dan tersandang para teman dan sahabat.
Ketika lajang tercerabut, di ijab kabulkan, berharap dunia semakin berbunga dengan bintang dilangit diselingi cahaya rembulan. Namun semua terasa redup, dunia menghukum jiwa ini untuk terkurung dan terjerembab ke dunia yang hitam dan gelap, tiada lagi terdengan suara Azan di kalbu ini, suara hati hanya menirukan pantulan amarah alam fana.
Ketika kegelapan demi kegelapan semakin kelam, dunia menghitam tanpa rona awan terang dan cahaya Illahi ; gemerlap dunia membakar jiwa dan sorak gembira para penjilat dan penikmat dunia memuji. Namun roda hidup masih tidak bundar, gelombang jalan dan riak dunia mengguncang, hingga Aku tercerabut dan terlempar ke tempat yang sangat ku takuti ; tempat kegelepan yang senantiasa terdengar Gelombang Laut tsunami yang maha hebat. Duniaku telah runtuh, cemooh, makian dan hujatan. Dan Cap yang sengaja di tancapkan di keningku hingga hidup ini semakin tak berharapan.
Duniaku pekat dengan hukuman Illahi, namun manusiapun tak ketinggalan menghakimi, aku hanya berharap semoga Cahaya Illahi kembali dan menutupi Cap dikeningku yang sepertinya di tancapkan setiap kali tersempat. Aku berharap ; Duniaku di akherat tidak seperti apa yang ku alami di Dunia, serasa aku ingin sekali menghadap ke haribaan Illahi, meninggalkan semua kegelapan dunia setelah semua terbayarkan kewajiban dunia.
Aku hanya mengingat ; Semua yang di anggap baik oleh manusia, belum tentu Baik di sisi Allah dan Semua yang di anggap manusia itu jelek, Belum tentu jelek di haribaan Allah. Maha Suci Allah dengan segala Firman Nya. Hasbunnallah Wa Nikmal Wakiill
Selasa, 11 Mei 2010
Subhnallah! Bayi Berumur Empat hari Kandung Tiga Janin

Monday, 10 May 2010
Sebuah tim medis Yordania di Royal Medical Services, di kota Raja Hussein Medical City berhasil mengeluarkan 3 janin laki-laki dari perut bayi yang baru berusia empat hari melalui sebuah operasi yang jarang terjadi.
Konsultan Bedah Anak dan Bedah Urologi dan Transplantasi Yordania, Najih Umari, yang melakukan operasi dengan tim medis bedah anak dan perawatan anestesi, menganggap operasi tersebut jarang dan kompleks.
Umari berkata: "Salah satu janin telah sempurna pertumbuhannya, dan yang kedua hampir selesai dan yang ketiga dalam tahap perkembangan serta pertumbuhan, dan ketiga janin tersebut bersekutu dalam arteri dan vena di dalam rahim ibu."
Dia menambahkan: "Bayi tersebut berarti terus mengasuh tiga bersaudara dalam perutnya selama perjalanan dalam kehamilan ibunya sampai hari keempat kelahirannya, yaitu tanggal operasi dilakukan dimana kedua orang tuanya dipenuhi rasa ketidakpastian dan kecemasan."
Pemantauan situasi janin sampai tahap kelahiran:
Sumber Kedokteran mengatakan bahwa tim medis telah memonitor kondisinya sampai kelahiran, dari pemonitoran itu menunjukkan bahwa pemeriksaan jaringan menetapkan, janin dalam perut bayi tersebut adalah tiga laki-laki.
Penasihat Bedah Anak dan Bedah Urologi dan Transplantasi menegaskan bahwa keadaan ibu hamil itu normal dan tidak mengkonsumsi obat-obatan yang tidak diizinkan selama kehamilan.
Menurut surat kabar, "Hari Ketujuh", Umari mengatakan:" adanya janin dalam janin bisa terjadi di tingkat dunia, tetapi yang menarik bahwa ada 3 janin lebih lanjut dalam perut Janin, dan situasi ini tidak pernah tercatat oleh referensi medis internasional berdasarkan informasi yang ada dengan metode penelitian modern. "
Kesimpulannya, dokter Yordania tersebut mengatakan: "Penyebab dari kondisi yang jarang terjadi ini disebabkan oleh cacat pada tahap awal pembuahan yang menyebabkan tumpang tindih tiga janin di dalam janin bayi bukan keberadaan empat janin dalam rahim ibunya." (Ism/Vis/Fani)
Selasa, 09 Maret 2010
Larangan Berdusta Tentang Mimpi

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a, dari Nabi saw. beliau bersabda, "Barangsiapa yang mengaku telah bermimpi sesuatu padahal sebenarnya tidak maka ia akan dipaksa untuk duduk di antara dua helai rambut dan ia pasti tidak akan mampu melakukannya," (HR Bukhori [7042]).
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a, ia berkata, Nabi saw. bersabda, "Kedustaan yang paling besar ialah seorang laki-laki yang mengaku telah bermimpi melihat sesuatu padahal ia tidak melihatnya," (HR Bukhori [7043]).
Ada beberapa hadits lain yang termasuk dalam bab ini, yaitu dari Ali, Abu Hurairah, Abu Syuraih dan Watsilah r.a.
Kandungan Bab:
1. Haram berdusa tentang mimpi dan perbuatan itu termasuk dosa besar yang terbesar, karena ia telah berdusta terhadap Allah. Adapun dusta yang dilakukan saat terjaga adalah dusta terhadap makhluk.
2. Mimpi itu dari syaitan, oleh karena itu Rasulullah saw. menamakan al-hulm bukan ru'ya. Dan hulm (mimpi) di sini adalah dusta dan itu berarti dari syaitan.
Larangan Menceritakan Mimpi Jelek

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi saw., beliau bersabda, "Jika akhir zaman sudah semakin dekat maka mimpi seorang muslim hampir selalu menjadi nyata dan orang yang paling benar mimpinya adalah orang yang paling jujur ucapannya. Mimpi seorang muslim merupakan satu bagian dari 45 bagian dari kenabian. Mimpi itu ada tiga macam: Mimpi yang baik merupakan kabar gembira dari Alloh. Mimpi buruk berasal dari syaitan. Dan mimpi yang sekedar bisikan saja (bunga tidur). Jika salah seorang kalian melihat mimpi buruk maka hendaklah ia bangkit melaksanakan shalat dan jangan ia ceritakan kepada orang-orang," (HR BUkhori [7017] dan Muslim [2263]).
Diriwayatkan dari Abu Usamah, ia berkata, "Aku pernah melihat sebuah mimpi yang membuat aku sakit hingga aku mendengar Qatadah berkata, 'Aku pernah melihat sebuah mimpi yang membuat aku sakit hingga aku mendengar Nabi saw. bersabda, 'Mimpi baik berasal dari Allah. Jika salah seorang kalian melihat apa yang kalian sukai maka janganlah ia ceritakan mimpi tersebut kecuali kepada orang yang menyukainya saja dan jika ia melihat mimpi yang tidak ia sukai maka hendaklah ia meminta perlindungan kepada Alloh dari kejahatan mimpi tersebut dan dari kejahatan syaitan, kemudian meludah lah tiga kali dan jangan ia ceritakan kepada siapapun, sebab mimpi itu tidak akan mendatangkan kemudharatan'," (HR Bukhori [7044] dan Muslim [2261]).
Diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri r.a, "Bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, 'Jika salah seorang kalian melihat mimpi yang ia sukai, sesungguhnya mimpi tersebut dari Allah, hendaklah ia memuji Allah atas mimpi tersebut dan silahkan beritahu orang lain. Dan apabila ia melihat mimpi yang tidak ia sukai, sesungguhnya mimpi tersebut dari syaitan, hendaklah ia memohon perlindungan kepada Alloh dari kejahatan mimpi tersebut dan jangan ia ceritakan kepada siapapun, sebab mimpi tersebut tidak akan mendatangkan mudharat'," (HR Bukhori [7045]).
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a, "Bahwasanya rasulullah saw. didatangi seorang Arab Badui dan berkata, 'Aku bermimpi bahwa kepalaku dipenggal lalu akui mengikuti kepalaku yang menggelinding.' Kemudian Nabi saw. mencela Arab Badui tersebut dan bersabda, 'Jangan engkau ceritakan kisah syaitan yang mempermainkanmu disaat engkau tidur'," (HR Muslim [2268]).
Kandungan Bab:
1. Mimpi buruk merupakan permainan syaitan terhadap manusia, agar manusia merasa sedih karena timbul pada dirinya prasangka buruk kepada Allah.
2. Barangsiapa melihat mimpi yang tidak ia sukai maka hendaklah ia melaksanakan apa yang tercantum dalam sunnah untuk mengusir was-was dan menolak tipu daya syaitan. Yaitu: a) Melaksanakan shalat. b) Memohon perlindungan kepada Alloh dari kejahatan mimpi dan kejahatan syaitan. c) Meludah ke sebelah kiri sebanyak tiga kali. d). Merubah posisi tidur dari posisi semula. e) Jangan ia ceritakan mimpi buruk tersebut kepada siapapun.
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata dalam kitabnya Zaadul Maa'ad (II/457), "Perintahkan agar ia melaksanakan lima hal: 1) Meludah ke sebelah kiri. 2) Memohon perlindungan kepada Alloh dari gangguan syaitan. 3) Jangan ia ceritkan kepada siapapun. 4) Merubah posisi tidurnya. 5) Bangkit berdiri melaknsakan shalat. Barangsiapa melakukan lima hal itu maka mimpi buruk itu tidak akan memudharatkannya sedikitpun, bahkan dapat menolak kejelekan mimpi tersebut."
Langganan:
Postingan (Atom)