Sabtu, 02 Januari 2010

Penuhilah masjid-masjid Allah, sesungguhnya masjid adalah wadah pemersatu umat.




Assalammualaikum Wr Wb

Hidup ini sekejap, tetapi beresiko. Jangan karena mencari kenikmatan sesaat, tetapi hidup menderita berkepanjangan. Hidup ini bukan untuk hidup, tetapi untuk yang Maha Hidup ( Allah SWT ). Hidup bukan untuk mati, tetapi justru mati itulah untuk hidup. Oleh karena itu jangan takut mati. Jangan lupa mati. Jangan cari mati, tetapi rindukanlah mati. Karena mati pintu berjumpa denganNYA.

Wassalammualaikum Wr Wb

Ustadz Muhammad Arifin Ilham

KEDUDUKAN HADIS NABI SAW DALAM SYARIAT AGAMA ISLAM



Asyhadu an laa ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah SAW.

Sebagai dasar kedua dalam hukum syariat Islam, tetapi sebagai dua serangkai.

Al-Quran sebagai kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s.

Sedang Hadis sebagai wahyu yang langsung kepada Nabi Muhammad SAW, sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat An-Najm ayat 3-4 yang artinya:

" Tiadalah ia berkata-kata menurutkan hawa nafsu, hanya semata-mata wahyu yang diwahyukan Allah kepadanya."

Siapa yang percaya kepada Allah (wajib) beriman dan percaya kepada Rasulullah SAW. Beriman dan percaya itu berarti tidak ragu, tidak menentang, tidak membantah dan tidak mengoreksi.

Beriman dan percaya itu berarti menyerahkan sebulat-bulatnya kepada keterangan Nabi Muhammad SAW, sebagai perintah Allah pada tiap muslim/mukmin dalam Al-Quran Surat An-Nisa ayat 65 yang artinya:

" Demi Tuhanmu, mereka tidak beriman (percaya), mereka bertahkim (minta hukum/fatwa) kepadamu dalam menyelesaikan segala sengketa yang terjadi di antara mereka. Kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka untuk menerima putusan dan menyerahkan sebulat-bulatnya."

Sedangkan orang-orang yang ragu terhadap putusan Rasulullah SAW, termasuk orang munafik, sebagaimana tersebut dalam surat An-Nur ayat 48 yang artinya:

" Dan apabila mereka diajak bertahkim kepada Allah (Al-Quran) dan Rasulullah (hadis) untuk memutuskan persoalan mereka, tiba-tiba sebagian mereka mengabaikan."

sedang pada ayat 51 Allah memuji kaum mukminin yang artinya:

" Sesungguhnya perkataan orang mukmin jika diajak kembali kepada hukum Allah dan Rasulullah untuk memutuskan urusan mereka, hanya berkata: Sami'na wa atha'na: Kami mendengar dan kami patuh taat. Dan merekalah yang pasti beruntung bahagia."


Dengan dua ayat ini nyatalah perbedaan jiwa orang unafik dengan orang mukmin ketika menerima sabda keterangan Rasulullah SAW.

Hikmah Hari Ini:



"Aku bertawakal kepada Allah di dalam rezekiku Aku tak pernah meragukan bahwa Allah-lah yang berkuasa mengaruniakanku rezeki. Apa pun yang tercatat untuk menjadi rezekiku, pasti takkan ke mana, meski rezeki itu kini masih berada di dasar lautan yang maha dalam. Dengan keutamaan-Nya, Allah akan mendatangkannya untukku sekalipun seandainya aku tidak lagi memiliki lisan untuk mampu berkata-kata Lalu, bilamana jiwa ini akan merugi dan binasa Jika Maha Pengasih sendiri yang turun tangan membagikan rezeki hamba-Nya?!" (Imam Syafi’i)

Tidak Shodaqoh dan Tidak Jihad? Lalu dengan Apa Engkau Masuk Surga?




Bismillahirrohmaanirrohiim..

Sesungguhnya segala puji bagi Allah yang telah berfirman kepada hamba pilihan-Nya (Muhammad saw), "Sesungguhnya Aku mengutusmu untuk mengujimu dan menjadikanmu sebagai ujian. Dan Aku turunkan kepadamu sebuah kitab yang (kesuciannya) tidak dicuci dengan air, kamu bisa membacanya dalam keadaan tidur ataupun terjaga."

Dan sesungguhnya Allah memerintahku untuk membakar orang Quroisy, lalu aku berkata, "Wahai Robb-ku, jika demikian kepalaku akan mereka pecah lalu mereka meninggalkannya seperti sepotong roti." Allah menjawab, "Keluarkan mereka sebagaimana mereka mengeluarkanmu (mengusirmu). Perangi mereka, (karena) Kami menjadikanmu untuk berperang. Keluarkan (hartamu) karena kami akan membantumu. Utuslah tentara, akan kami utus lima kali tentara yang kau utus. Dan berperanglah bersama-sama dengan orang yang mentaatimu terhadap orang yang membangkangmu (bermaksiat kepadamu)." (HR. Imam Muslim)

Wahai saudaraku! Jika mereka bertanya kepadamu 'apakah jihad itu?' Jawablah dengan jelas sebagaimana Nabi yang jujur lagi dipercaya saw menjawab pertanyaan seorang sahabat yang mulia, "Hijrah apa yang paling utama?" Beliau saw menjawab, "Jihad". Sahabat itu bertanya, "Apakah jihad itu?" beliau saw menjawab, "Engkau perangi orang-orang kafir jika Engkau jumpai mereka." Sahabat itu bertanya kembali, "Jihad apa yang paling utama?" Beliau saw menjawab, "Orang yang kudanya terluka dan darahnya mengalir." (HR. Imam Ahmad, sedangkan imam yang empat sepakat bahwa jihad adalah perang dan membantu peperangan untuk meninggikan kalimatAllah)

Wahai saudaraku, kobarkan semangat untuk berperang. Karena Allah Yang Maha Perkasa yang berada di atas tujuh langit memerintahkan nabi-Nya, "Wahai nabi, kobarkanlah kaum mu'minin untuk berperang..." (QS. al-Anfal: 65). Dia juga berfirman, "Berperanglah di jalan Allah, tidak di bebani (untuk itu) kecuali dirimu. Semangati kaum mu'minin (untuk perang). Semoga Allah menghentikan gangguan orang-orang kafir. Padahal Allah maha kuat dan pedih siksaan-Nya." (QS. an-Nisa': 84).

Imam al-Qorofi menyebutkan, bahwa jika kewajiban-kewajiban atau hak-hak saling bertentangan, didahulukan yang mendesak atas yang leluasa. Didahulukan apa yang dikhawatirkan tertinggal (untuk mengerjakannya) atas apa yang tidak dikhawatirkan tertinggal mengerjakannya meskipun derajat amal yang tidak dikhawatirkan tertinggal itu lebih tinggi derajatnya dari yang dikhawatirkan tertinggal. Sedangkan Allah ta'ala berfirman: "Berperanglah kalian dalam keadaan ringan ataupun berat. Dan berjihadlah kalian dengan harta dan jiwa kalian, hal itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui." (QS. At-Taubah: 41)

Mengenai firman Allah ta'ala, "berperanglah dalam keadaan dan berat..." beliau berkata, "Kadang keadaan mewajibkan semuanya untuk berperang... hingga perkataan beliau, dan itu jika jihad menjadi fardhu 'ain bagi satu wilayah dari wilayah-wilayah kaum muslimin, wajib bagi penduduk negeri itu untuk berperang dalam keadaan ringan maupun berat, muda maupun tua." Hingga di sini perkataan beliau.

Ya Allah, bagaimana jiwa-jiwa membencinya padahal Allah Yang Maha Perkasa lagi Mulia berfirman, "Telah diwajibkan berperang kepada kalian padahal perang itu kalian benci. Bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal itu baik bagi kalian dan bisa jadi kalian menyukai sesuatu padahal itu buruk bagi kalian. Allah yang mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui." (QS. Al-Baqoroh: 216)


Inilah 'Amru bin al-Jamuh ra yang sudah tua lagi pincang, beliau tidak mengikuti perang Badar karena beliau pincang. Maka tatkala terjadi perang Uhud dia perintahkan anak-anaknya untuk membawanya keluar lalu merasa terganggu karenanya. Hingga beliau berkata pada mereka, "Jauh sekali, jauh sekali! Kalian telah menghalangiku masuk surga pada perang Badar, sedangkan sekarang akan kalian halangi aku pada perang Uhud."

Pakar Fikih: Gaji Berita Ghibah Haram Dimakan


Infotainment telah lama menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat. Hal ini tidak lepas dari motif infotainment itu sendiri yang berbasis pada kepentingan materi (bisnis), tanpa mengindahkan norma-norma agama dan kelayakan.

Karena sifatnya bisnis, yang tidak dalam upaya menjalankan perintah agama, maka hal-hal yang dilarang agama, seperti mengumbar aurat, membuka aib orang lain, dan mengorek-ngorek kesalahan orang untuk dikonsumsi publik, menjadi satu hal yang harus dieksploitasi. Padahal hal ini tentu merusak dan sangat dilarang agama.

“Membuka aib orang lain itu haram! Apalagi semua itu dilakukan tanpa ada maksud yang jelas atau tidak ada keuntungannya,” terang Dr. Zain Al-Najah, Lebih lanjut doktor bidang fikih lulusan Universitas Al Azhar, Mesir, ini menjelaskan bahwa membuka aib orang lain itu hanya boleh dalam dua keadaan. Pertama, ketika seseorang hendak menikah. Kedua, dalam rangka mengungkap satu kasus kejahatan. “Dalam dua kondisi ini maka membuka aib diperbolehkan,”

Terkait soal menikah, Zain An Najah mengisahkan, ada seorang sahabiyat (sahabat wanita) yang meminta pendapat Rasulullah akan perihal dua pria yang melamarnya, yakni Mu’awiyah dan Abu Jahm. Rasulullah pun menjawab, kalau memilih Abu Jahm, dia seorang yang suka memukul dan Mu’awiyah adalah lelaki miskin. Rasulullah pun menganjurkan agar sahabiyat tadi menikah dengan Usamah.

Selanjutnya, Zain mengutip hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, sebagaimana dalam Kitab Arba’in Nawawi, “Barangsiapa menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat.” Menurutnya, aib orang seharusnya ditutupi, bukan justru dipublikasikan ke luar, apalagi untuk kepentingan bisnis.

Gaji Wartawan Gosip

Sementara itu, Prof Dr. KH. Ali Mustafa Ya’kub, MA, Imam Masjid Istiqlal ketika ditanya hukum uang (gaji) yang dipakai wartawan infotainment, mengatakan, harus dilihat bentuknya. Sebab tak semua berita infotainment bernilai haram.Menurutnya, ada juga yang bernilai positif dan itu tidak termasuk haram. Namun jika beritanya bernilai aib, meski benar, gaji yang dimakan menurut hukum fikih adalah haram.

“Kita tidak bisa memutlakkan infotainment itu haram atau tidak. Jika infotainment itu memfitnah atau memberitakan aib seseorang, yang orang bersangkutan tidak suka jika itu diberitakan, maka ini haram. Dan, wartawan infotainment yang demikian tentu tidak boleh menerima uang imbalan,” ujarnya. “Kita lihat isi infotainment itu sendiri. Kalau isinya haram maka gaji wartawannya pun haram,” ujar guru besar Ilmu Hadis IIQ (Institut Ilmu Alquran) Jakarta ini.

Menurut pakar hukum Islam ini, ada juga infotainment yang tidak haram dan bernilai positif. Ia menyebut contoh, berita tentang pernikahan, umroh, dan publik figur yang melahirkan.

Menurutnya, hukum keharaman infotainment yang memfitnah dan mengumpat ini terang terdapat dalam Al-Qur’an, bahwasannya itu haram. QS. Al-Hujarat:12, bunyinya, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang."

Sementara itu Zain Al-Najah meminta wartawan tak menjadikannya kegiatan infotainment alternatif mencari rezeki. Karena di dalamnya banyak terdapat hal-hal syubhat yang melampaui ajaran agama.

Melahirkan itu nikmat Lho ...


Brighton, Proses melahirkan bisa jadi suatu hal yang mengerikan bagi ibu yang baru pertama kali hamil. Tapi kini proses melahirkan bisa lebih menyenangkan dan berkurang rasa sakitnya dengan menggunakan gerakan Orgasmic Birth. Melahirkan rasanya seperti orgasme.

Orgasme dan melahirkan tentu bukan dua kata yang memiliki arti hampir sama, tapi dengan gerakan Orgasmic Birth kedua kata ini seperti saling berhubungan. Ibu hamil yang telah mencoba cara ini mengungkapkan proses melahirkan jauh dari rasa sakit yang menyiksa serta lebih menyenangkan sama seperti saat proses pembuahan dilakukan.

Salah satu ibu hamil yang telah menggunakan gerakan ini saat melahirkan anaknya adalah Isobel Patterson (31 tahun) seorang pengacara dari Brighton. Isobel melahirkan putri pertamanya bernama Amelia dengan menggunakan gerakan Orgasmic Birth yang disaksikan langsung oleh suaminya, James. Isobel selalu mengingat hari itu sebagai hari yang paling menyenangkan dalam hidupnya.

"Saya menyadari banyak teman-teman yang menjalani proses melahirkan dengan perasaan tersiksa selama 10-20 jam. Tapi saya hanya membutuhkan waktu 7 jam yang menyenangkan dan disertai dengan orgasme," ujar Isobel seperti dikutip dari Timesonline, Rabu (30/12/2009).

Seperti kebanyakan ibu hamil lainnya, Isobel sebelumnya pun merasa takut ketika menghadapi proses melahirkan. Saat kontraksi terjadi di tengah malam, Isobel ingin seseorang yang membantunya adalah orang yang tidak memiliki ikatan emosional dengannya. Kebetulan saat itu ibu dan suaminya sedang tertidur, Isobel hanya ditemani asisten bidan atau doula yang tetap tenang, santai dan berpikir bahwa pengalaman yang hebat akan segera terjadi.

"Aku menghabiskan waktu selama 3 jam untuk merangkak di ruang tamu. Saat kontraksi semakin meningkat dan waktu untuk melahirkan semakin dekat, saya mulai merasakan sensasi. Itu adalah perasaan paling luar biasa yang dimulai dari panggul lalu ke seluruh tubuh bagian bawah," ungkap Isobel.

Saat itu bagian panggul mulai terdorong ke bawah dan tanpa sadar kaki Isobel bergetar serta mulai merasakan orgasme berkepanjangan yang berlangsung berjam-jam. Meskipun sebenarnya ada konsep yang berbeda antara melahirkan dengan orgasme.

"Doula mengatakan bahwa bagian klitoris saya berdenyut hingga akhirnya sang bayi bergerak ke bawah. Tiga jam kemudian bayi saya lahir tanpa rasa sakit dan proses pemulihan yang cepat karena tidak ada yang robek atau dijahit," tambahnya.

Isobel sempat merasa bersalah karena merasakan seks saat melahirkan putri pertamanya. Tapi ternyata banyak perempuan di luar sana merasakan hal yang sama dengannya.

"Saya percaya di tahun mendatang, orgasme selama persalinan akan menjadi bagian alami dari suatu proses melahirkan. Gagasan ini telah didukung oleh banyaknya bukti perempuan yang melahirkan dengan gerakan orgasme," ujar Michel Odent, seorang obstetri.

Mengalami orgasme saat melahirkan biasanya ditunjang oleh adanya sentuhan fisik yang bisa memberikan sensasi tersendiri. Dr Christiane Northrup seorang ahli obstetri dan ginekologi mengungkapkan bahwa orgasme yang terjadi selama proses melahirkan adalah proses alami.

"Ketika bayi turun menuju jalur lahir, posisinya sama dengan adanya sesuatu yang masuk ke dalam vagina seperti penis. Jika ditunjang oleh adanya sentuhan fisik dari suami atau bidan, maka bisa menyebabkan orgasme," ujar Dr Christiane.

Perempuan yang mengalami orgasme saat melahirkan akan membantu mempercepat proses keluarnya bayi. Selama persalinan ada perubahan besar dari hormon di tubuh seperti meningkatkan hormon prolaktin, beta-endorfin dan oksitosin yang dilepaskan. Hormon ini akan memberikan sensasi kesenangan dan membantu mendorong bayi ke jalan lahir.(

Jujur membawa kebaikan



Keseharian Oo sangat sederhana. Rutinitasnya di Masjid At-Taubah sebagai wakil ketua Dewan Keluarga Masjid. Ia pernah bekerja di bagian pemasaran perusahaan farmasi PT Nelco Farma selama belasan tahun, hingga mengundurkan diri pada 2001. Namun sekarang ia tak lagi bekerja, hanya istrinya Euis Rustini (57) yang membuka usaha jahit di rumahnya.

Sebulan lalu, sekitar pagi hari, pulang dari Jalan Buahbatu, saat Oo melintas di Jalan Wastukencana, tas milik pengendara sepeda motor di depannya jatuh. Tak ingin menimbulkan fitnah, Oo kemudian mengejar si pengendara untuk memberitahukan jatuhnya tas tersebut.

Namun saat pemilik tas bernama Rian dan Oo berbalik arah untuk mengambil, tas tersebut sudah tidak ada. "Saya saat itu menyesal dan sedih mengapa tidak langsung diambil saja," ujar Oo kepada wartawan saat ditemui di kediamannya, Jalan Bosscha II No 159 RT 04 RW 07, Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Bandung.

Beberapa saat kemudian, tutur Oo, seorang pengendara mobil mengatakan tas tersebut diambil oleh penjual koran yang mengantarkan koran ke Wastukencana 15. "Saya dan pemilik tas datang langsung ke rumah itu untuk nanyain identitas si pengirim koran itu, ternyata dia pengantar koran berbahasa Cina," ujar Ayah dari dua anak ini.

Dengan perasaan menyesal karena tidak langsung mengambil tas tersebut, selama 3 hari Oo berusaha mencari identitas sang pengirim koran. Setiap malam, pria asal Sumedang tersebut berdoa dan melakukan sholat malam agar diberikan petunjuk agar dapat menemukan tas tersebut.

"Saya setiap malam tahajud, dan berdoa agar yang mengambil tas itu dibukakan hatinya untuk mengembalikan kepada pemiliknya," kata Oo sambil membetulkan kopiah hitam yang dipakainya.

Allah mengabulkan doanya. Setelah 3 hari, Rian kemudian menelepon Oo dan menceritakan bahwa tasnya sudah ada yang mengembalikan dengan utuh.

"Subhanallah, itu berkat kekuatan doa, alhamdulillah tasnya sudah ada yang mengembalikan," tutur Oo dengan mata berkaca-kaca.

Kepada wartawan, Oo menuturkan niat menolong Rian karena kasihan, seperti kepada anak sendiri. Kebetulan ia tidak punya anak perempuan.

"Anak saya dua, laki-laki, sebetulnya saya punya anakperempuan yang ketiga, tapi sudah dipanggil Allah waktu masih kecil," ujarnya lirih.

Karena kegigihannya, Oo mendapat perhatian dari Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda. Ayi langsung datang ke kediaman Oo untuk memberikan uang kadedeuh sebesar Rp 1 juta rupiah.